Kota Batu Ingin Rebut Kembali Kejayaan Atlet Paralayang

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Kejuaraan internasional Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2026 Seri ke-3 di Gunung Banyak Kota Batu, menjadi sarana pembinaan dan regenerasi atlet paralayang di tingkat daerah maupun nasional. Kejuaraan yang jadi bagian dari Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) ini berlangsung hingga 2 Agustus mendatang.
Kota Batu menurunkan sekitar 16 atlet, sementara peserta nasional datang dari berbagai wilayah seperti Sulawesi Tengah, Kalimantan, dan Lombok. Sedangkan peserta dari luar negeri, ada 12 atlet asal Malaysia turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Secara keseluruhan ada 75 peserta yang bertanding dalam kompetisi ini.
“Kita harus punya komitmen untuk merebut kembali predikat ranking 1 dunia dari Kota Batu. Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan KONI harus terus berkolaborasi melahirkan kebijakan pembinaan yang berlanjut bagi atlet-atlet kita,” ujar Wali Kota Batu Nurochman saat membuka kejuaraan, Jumat (31/7/2026).
Baca juga:
Perlu Regenerasi, 31 Atlet Kota Batu Tidak Bisa Lanjut di Porprov Berikutnya
Sementara itu, Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur Marsma TNI Reza RR Sastranegara menilai kejuaraan bertaraf internasional ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan regenerasi atlet-atlet muda. Menurutnya, Jawa Timur kini memiliki sekitar 20 atlet generasi baru yang berpotensi berkembang apabila mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.
“Kejuaraan ini sekaligus untuk mengukur kemampuan para atlet. Kita sudah memiliki atlet-atlet generasi baru yang jumlahnya meningkat, sekarang sudah ada 20 atlet. Apabila dibina secara terus-menerus, ini menjadi potensi besar atlet Jawa Timur untuk level nasional maupun dunia,” katanya.
Selain peningkatan prestasi, Reza juga mengingatkan seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas dan mengutamakan keselamatan selama bertanding.
“Bertandinglah secara fair, berjuang se-optimal mungkin, dan junjung tinggi sikap kebersamaan untuk memperkokoh persatuan,” tuturnya.
Kota Batu dulu dikenal sebagai pencetak bibit unggul atlet paralayang Indonesia. Nama-nama atlet nasional dan dunia asal Kota Batu seperti Jafro Megawanto yang meraih emas Asian Games 2018, Rika Wijayanti, dan Ike Ayu Wulandari lahir dari tempat latihan ini.
Editor: Intan Refa





