QRIS Maju Pesat, BI Lanjut Rilis Kartu Kredit Indonesia (KKI)

CITY GUIDE FM, BANDUNG – Penggunaan instrumen Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Volume transaksi QRIS sepanjang 2026 ini mencapai 148 juta transaksi, naik signifikan 94,5 persen dari tahun sebelumnya.
Artinya masyarakat sudah aktif menggunakan pembayaran nontunai dalam kegiatan sehari-hari. Seiring dengan pertumbuhan volume transaksi, jumlah merchant juga berkembang 30,3 persen dari tahun kemarin yang meliputi berbagai jenis usaha. Di tingkat Jawa Timur, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 10 juta orang.
Lonjakan transaksi yang signifikan terjadi pada destinasi wisata, merchant kuliner, hingga UMKM industri kreatif. Apalagi BI menerapkan pembebasan tarif Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk transaksi tertentu pada skala usaha mikro
Baca juga:
Bayar Gak Sampai Sedetik, BI Malang Mulai Kenalkan QRIS Tap
“Pemanfaatan teknologi digital dan industri kreatif bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk membuka sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat,” ujar Kepala KPw BI Malang Indra Kuspriyadi.
Meski demikian, perluasan akseptasi pembayaran digital ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari pemerataan keandalan jaringan komunikasi di area wisata alam serta perlunya edukasi berkelanjutan terkait literasi keuangan digital bagi pedagang mikro.
Melihat pertumbuhan QRIS yang sedemikian pesatnya, Indonesia kini telah memiliki kemandirian infrastruktur sistem pembayaran nasional. Maka Bank Indonesia mengambil langkah lebih maju dengan merilis Kartu Kredit Indonesia (KKI) digital pada segmen retail pada 17 Agustus 2026.
Baca juga:
Transaksi QRIS di Wilker KPw BI Malang Tumbuh 170 Persen
Perbedaan KKI dengan kartu kredit pada umumnya adalah terletak pada jaringan pemrosesan pembayaran. Kartu kredit biasa menggunakan jaringan internasional seperti Visa, Mastercard, JCB dan lain-lain. Sedangkan KKI, menggunakan infrastruktur domestik buatan Indonesia yang telah terintegrasi dengan QRIS.
“QRIS dan KKI Retail hadir untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan perputaran uang di masyarakat. Termasuk dalam ekosistem pariwisata dan industri kreatif. Lewat kemudahan transaksi digital ini, kami memastikan perekonomian daerah terus tumbuh secara inklusif dan berkualitas,” ungkap Kepala Unit Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran KPw BI Malang Shomita F Insany.
Beragam keunggulan yang melekat pada KKI antara lain mendukung efisiensi biaya (fee), sebab aliran dana tidak harus mengalir ke luar negeri dulu. Sehingga, transaksi domestik sepenuhnya terproses di dalam negeri secara lebih murah, cepat dan aman tanpa bergantung pada server global.
Pada implementasi awal, KKI digarap oleh BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank dan Bank Mega. BI akan terus melakukan pengembangan fitur KKI secara bertahap. (Eko Setyawan)





