PKKMB UWG 2026 Soroti Krisis Adab

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Persoalan adab dan integritas menjadi bagian penting dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Widya Gama (UWG) Malang, pada Minggu (13/9/2926). Mencakup kejujuran, integritas, amanah, kepedulian terhadap kepentingan bangsa dan negara, toleransi, serta empati terhadap sesama.
Dengan tema “Membangun Mahasiswa yang Unggul, Beradab, Adaptif dan Berdampak dalam Rangka Menuju Generasi Emas 2045”, Rektor UWG Malang Dr Anwar SH MHum mengatakan perguruan tinggi tidak boleh hanya mengejar lahirnya lulusan yang cerdas secara akademik. Tetapi juga harus membentuk karakter yang mampu mencegah mereka menyimpang ketika menjadi bagian dari masyarakat.
“Substansinya ada pada adab tadi. Karakter itu harus dimiliki oleh para mahasiswa kita,” ujarnya.
Selain adab, aspek adaptif menjadi hal penting dalam pembinaan mahasiswa baru. Perubahan teknologi, lingkungan kerja, dan kehidupan sosial yang berlangsung cepat menuntut mahasiswa untuk cepat pula menyesuaikan diri.
Baca juga:
Universitas Widya Gama (UWG) Kukuhkan 2 Guru Besar Baru
Namun, adaptasi terhadap perubahan tidak boleh menghilangkan prinsip integritas dan nilai moral. Anwar berpesan agar mahasiswa dan para alumni kelak tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi. Mereka harus mampu berdampak dengan memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara.
Tahun 2026, UWG menargetkan jumlah mahasiswa baru mencapai 1.200 orang, naik dari tahun sebelumnya yang menerima lebih dari 1.000 mahasiswa baru. Saat ini, proses penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung, terutama verifikasi berkas pendaftar.
UWG juga menerima mahasiswa dari luar negeri. Anwar menyebut sejumlah mahasiswa telah mendaftar dan melakukan registrasi, antara lain berasal dari Mesir, Sudan dan Timor Leste.
Pada PKKMB tahun ini, UWG juga menghadirkan alumni yang kini menjadi tokoh nasional yaitu Widiyanto Saputro yang menjabat Ketua Harian Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) sekaligus Wakil Ketua Kadin. Ia hadir untuk memberikan perspektif mengenai kemandirian dan integritas.
Editor: Intan Refa





