Pemerintahan

Universitas Widya Gama (UWG) Kukuhkan 2 Guru Besar Baru

Pengukuhan dua guru besar Universitas Widya Gama (UWG) Malang. (Foto: Heri Prasetyo)
Pengukuhan dua guru besar Universitas Widya Gama (UWG) Malang. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Universitas Widya Gama (UWG) Malang mengukuhkan dua guru besar baru pada Rabu (22/7/2026). Mereka yaitu Prof Dr Ir Ririen Prihandarini MS di bidang Agroteknologi dan Prof Dr Ana Sopanah Supriyadi SE MSi Ak CA CMA di bidang Akuntansi.

Guru Besar Akuntansi Prof Ana Sopanah Supriyadi mengembangkan kajian akuntansi berbasis kearifan lokal. Sebuah bidang yang masih jarang menjadi objek penelitian di Indonesia. Selama lebih dari 25 tahun menjadi dosen, Ana secara konsisten meneliti praktik akuntansi pada komunitas budaya. Mulai dari masyarakat Tengger, Osing, Bali, Madura hingga komunitas seni bantengan.

Ia menjelaskan akuntansi tidak hanya berkaitan dengan laporan keuangan dan laba rugi. Tetapi juga mencerminkan nilai gotong royong, budaya, serta tanggung jawab sosial dalam organisasi nirlaba dan komunitas masyarakat.

Baca juga:

Dies Natalis ke-55, UWG Ambil Langkah Signifikan Manajemen Pendidikan

“Selama ini akuntansi lebih banyak dipahami sebagai persoalan angka. Padahal dalam komunitas budaya terdapat praktik pengelolaan keuangan yang mencerminkan nilai sosial dan kearifan lokal. Itulah yang saya teliti,” katanya.

Menurut Ana, hasil penelitiannya dapat menjadi rujukan dalam pengembangan akuntansi sektor publik. Terutama untuk mendukung tata kelola desa, koperasi, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas budaya yang berorientasi pada pelayanan publik dan kebermanfaatan sosial.

Kiri Prof Dr Ana Sopanah Supriyadi SE MSi Ak CA CMA dan Prof Dr Ir Ririen Prihandarini MS di bidang Agroteknologi. (Foto: Heri Prasetyo)
Kiri Prof Dr Ana Sopanah Supriyadi SE MSi Ak CA CMA dan Prof Dr Ir Ririen Prihandarini MS di bidang Agroteknologi. (Foto: Heri Prasetyo)

Guru Besar Agroteknologi Prof Ririen Prihandarini menjelaskan fokus penelitiannya adalah pemanfaatan mikroorganisme untuk mendukung pertanian organik berkelanjutan. Selama ini ia mengembangkan mikroorganisme sebagai pupuk hayati, dekomposer limbah organik, sekaligus agen pengendali penyakit tanaman.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi mikroorganisme yang sangat besar berdasarkan kondisi geografis dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida kimia.

“Selama puluhan tahun pertanian kita bergantung pada bahan kimia. Padahal Indonesia memiliki kekayaan mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan,” ujar Ririen.

Rektor UWG Malang Dr Anwar SH MHum mengatakan bertambahnya dua guru besar baru ini melengkapi kekuatan akademik kampus yang kini memiliki delapan profesor aktif. Terdiri atas dua profesor baru dan enam profesor emeritus dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Profesor merupakan salah satu indikator penting kualitas perguruan tinggi. Kehadiran dua guru besar baru serta enam profesor emeritus semakin memperkuat pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi di UWG,” kata Anwar.

Enam profesor emeritus yang bergabung tersebut berasal dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan sejumlah perguruan tinggi lain. Kehadiran mereka harapannya dapat memperkuat pengembangan program doktor, pembukaan program studi baru, hingga peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah.

Jumlah tersebut telah memenuhi salah satu syarat penting dalam pengajuan reakreditasi institusi menuju predikat perguruan tinggi unggul. Anwar mengatakan seluruh indikator akademik, mulai dari jumlah profesor, lektor kepala, doktor, hingga kualitas program studi telah terpenuhi. Dalam waktu dekat UWG akan melengkapi dokumen pendukung untuk diajukan kepada lembaga akreditasi nasional.

“Kami optimistis status perguruan tinggi unggul dapat segera diraih. Ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di UWG,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, Anwar juga menargetkan ada empat hingga lima profesor baru dalam waktu dekat. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir budaya akademik di lingkungan kampus mengalami peningkatan signifikan. Itu terlihat dari lonjakan pengajuan jabatan fungsional dosen hingga empat sampai lima kali lipat dari periode sebelumnya.

Pengukuhan dua guru besar tersebut harapannya dapat memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui peningkatan sumber daya akademik, riset yang berdampak, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. (srv)

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x