Peringatan Hari Buruh di Kota Malang Utamakan Dialog

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Jelang peringatan Hari Buruh International (May Day) pada 1 Mei lusa, Wali Kota Malang kabarnya akan hadir mendengar aspirasi pekerja bersama DPRD Kota Malang. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan perwakilan Komisi A juga akan hadir nanti.
“Peringatan akan dikemas secara sehat dan dialogis. Harapannya situasi tetap aman dan tidak ada aksi turun ke jalan,” kata Arif, Rabu (29/4/2026).
Ia menyebut pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan pelaksanaan dialog. Berbagai tuntutan buruh seperti peningkatan kesejahteraan, jaminan kesehatan, hingga persoalan status kerja akan menjadi perhatian. Hasil pembahasan tersebut nantinya akan disampaikan ke pemerintah provinsi hingga Kementerian Ketenagakerjaan.
“Apa yang menjadi tuntutan teman-teman buruh akan kita tampung dan kita bahas bersama dalam forum yang konstruktif,” ujarnya.
Arif menilai hubungan industrial di Kota Malang saat ini berjalan harmonis. Hal itu tercermin dari penetapan Upah Minimum Kota (UMK) 2025 yang untuk pertama kalinya disepakati dalam satu angka oleh seluruh unsur tripartit pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh.
“Biasanya ada perbedaan usulan antara pengusaha dan buruh. Namun tahun lalu bisa disepakati dalam satu angka,” katanya.
Rencananya ada sekitar 60 perwakilan serikat buruh dan asosiasi pengusaha berdialog secara langsung. Maka, Arif mengimbau agar penyampaian aspirasi melalui mekanisme organisasi masing-masing, sehingga kondusivitas daerah tetap terjaga.
“Jika terjadi aksi besar, tentu akan berdampak pada stabilitas dan persepsi investasi di daerah,” ujarnya.
Editor: Intan Refa




