Beasiswa 1.000 Sarjana Kota Batu Diserbu Pendaftar, Lampaui Kuota

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Pendaftaran Program Beasiswa 1.000 Sarjana yang diluncurkan Pemerintah Kota Batu tidak disia-siakan oleh para penuntut ilmu. Hingga penghujung April 2026, jumlah pendaftar tercatat sudah melampaui 500 orang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat menyampaikan bahwa lonjakan pendaftar terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini mencerminkan besarnya keinginan pelajar di Kota Batu untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, dengan adanya dukungan pembiayaan dari pemerintah.
“Jadi kita punya target kuota kita kan kurang lebih tahun ini kita ambil sekitar 399 nih. Ya, 399 ini terdiri dari kategori prestasi, tidak mampu, Hafiz Hafizah dan guru non ASN,” jelas Alfi, Selasa (28/4/2026).
Melihat tingginya animo tersebut, Pemkot Batu memutuskan memperpanjang periode pendaftaran hingga batas 30 April 2026. Agar calon penerima yang belum melengkapi persyaratan, memiliki kesempatan untuk ikut serta dalam program ini.
Harapannya tentu bisa menjaring lebih banyak penerima yang memenuhi kriteria. Baik yang baru lulus atau yang sedang menempuh pendidikan.
Setelah masa pendaftaran berakhir, tahapan berikutnya adalah proses verifikasi dan validasi untuk memastikan kelayakan penerima beasiswa. Seleksi ini menjadi tahap penting karena program tersebut menyasar sejumlah kelompok prioritas.
Antara lain mahasiswa berprestasi (akademik dan non-akademik), mahasiswa kurang mampu, penghafal Al-Qur’an, hingga anak guru non-ASN. Program Beasiswa 1.000 Sarjana menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga di Kota Wisata ini.
Alokasikan Rp4,1 miliar untuk biayai Beasiswa 1.000 Sarjana
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat mengungkapkan dari 500 yang mendaftar, pihaknya hanya menerima 399 penerima beasiswa. Jumlah ini menyesuaikan dengan ketersediaan plafon anggaran yang telah dialokasikan yaitu sebesar Rp4,1 miliar.
”Anggaran tahun ini sekitar Rp4,1 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp256 juta berasal dari CSR Bank Jatim dan sisanya APBD Kota Batu,” kata Alfi.
Pemberian bantuan biaya pendidikan ini bervariasi, tergantung pada program studi yang diambil. Untuk prodi tertentu di bidang kedokteran maupun kesehatan, biaya maksimal yang bisa tercover maksimal Rp10 juta per semester.
Khusus bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian uang saku tambahan.
“Kita berikan dukungan penuh bagi adik-adik yang ingin kuliah tapi terkendala biaya,” tambah Alfi.
Dinas Pendidikan berharap ke depan semakin banyak pelaku usaha dan destinasi wisata di Kota Batu yang turut ambil bagian untuk mendukung program beasiswa ini.
Editor: Intan Refa




