Consologi

Menata Masa Pensiun yang Mindful dan Produktif

Consologi edisi 30 September 2026, "Menata Masa Pensiun yang Mindful dan Produktif"
Consologi edisi 30 September 2026, “Menata Masa Pensiun yang Mindful dan Produktif”

CITY GUIDE FM, CONSOLOGI – Banyak yang mengatakan masa pensiun itu masa terbebas dari rutinitas pekerjaan yang melelahkan. Padahal, tidak sedikit mereka yang sudah pensiun justru mengalami post power syndrome yang berujung pada stres dan depresi. Dosen Psikologi Universitas Merdeka Malang Uslarika Hida Rahma MPsiT menjelaskan penyebab kondisi ini karena sejumlah faktor.

Pertama, karena kehilangan rutinitas harian yang menjadi pola kegiatan sehari-hari selama belasan hingga puluhan tahun. Kedua, ketika seseorang sebelumnya memegang jabatan penting dan harus melepaskannya saat pensiun, ia akan merasa kehilangan otoritas, pengaruh serta harga diri yang selama ini melekat padanya.

“Pensiun sebenarnya kita bukan kehilangan pekerjaan begitu ya. Namun kita menuju transisi kehidupan yang baru. Maksudnya transisi kehidupan adalah kita bukan berarti menghilangkan segala jenis pekerjaan. Kita masih bisa beraktivitas dengan damai di lingkungan,” jelas Uslar.

Simak di sini:

Lalu berkurangnya interaksi harian dengan rekan kerja yang sebelumnya menjadi tempat berbagi cerita dan merasa tidak berguna menyusul tekanan finansial akibat berkurangnya pendapatan. Uslar mengatakan masa pensiun tidak mungkin terhindarkan. Hal yang bisa dilakukan adalah merangkul masa transisi ini dengan lebih sehat (mindful).

Caranya dengan berdamai pada perubahan fisik dan kognitif tubuh yang mulai menurun seiring bertambahnya usia. Lalu, lepaskan pemikiran bahwa nilai atau harga diri seseorang ditentukan oleh status pekerjaan atau jabatan. Akan lebih baik jika melihat masa pensiun itu dengan melanjutkan tujuan hidup yang baru.

“Mindfulness adalah bagaimana kita menyadari kita saat ini. Bagaimana kita menerima emosi kita, bagaimana kesiapan mental kita menerima kondisi kita saat ini, bagaimana merangkul diri untuk siap menerima dengan perubahan status. Kuncinya cuma itu, penerimaan diri,” lanjutnya.

Baca juga:

Paruh Kedua 2026, 190 ASN Kota Malang Memasuki Masa Pensiun

Supaya tidak terkungkung pada rutinitas pensiun yang membosankan, alangkah baiknya jika tetap mencari kegiatan produktif di masa tua. Seperti mencari hobi baru seperti berkebun, memelihara ternak atau rutin berolahraga. Lalu, aktif di kegiatan sosial spiritual yang positif seperti majelis taklim, komunitas sosial atau kegiatan kemasyarakatan lain.

Bisa juga berbagi pengalaman pribadi (mentoring), berbagi ilmu atau pengalaman masa kerja kepada generasi yang lebih muda. Oleh karena itu, Uslar mengatakan ada empat pilar untuk menjaga kesiapan mental saat pensiun yaitu pilar fisik dengan menjaga kebugaran tubuh lewat olahraga. Lalu pilar kognitif, yaitu mengasah otak dengan belajar hal-hal baru atau hobi baru.

Pilar sosial yaitu membangun relasi positif dengan keluarga, kawan dan komunitas. Terakhir, pilar spiritual dengan memperdalam rasa syukur, berpasrah serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x