Idjen Talk

Memastikan Kualitas SD Negeri Kota Malang Setara

Idjen Talk edisi 8 Juni 2026,"Memastikan Kualitas SD Negeri Kota Malang Setara"
Idjen Talk edisi 8 Juni 2026,”Memastikan Kualitas SD Negeri Kota Malang Setara”

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Mengubah persepsi orang tua terhadap kualitas SD di Kota Malang yang menyandang predikat unggul maupun tidak unggul, memang sulit. Ini terlihat jelas dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili.

Tidak sedikit orang tua memindahkan domisilinya sejak jauh-jauh hari agar berada dekat dengan sekolah tujuannya. Padahal tujuan jalur ini adalah agar ada pemerataan murid di seluruh sekolah di Kota Malang. Sehingga tidak ada sekolah yang kelebihan maupun kekurangan murid.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suyadi melihat ada beberapa sisi yang harus dicermati oleh pemerintah. Soal tata kelola sekolah yang meliputi sarana prasarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM) di dalamnya yang menjadi objek penilaian orang tua.

“Barangkali kita mapping dulu, apakah di (lingkungan) SD tersebut jumlah anak sekolahnya tidak ada atau berkurang? Kalau fakta jumlah penduduk yang masuk sekolah masih banyak, tapi tidak (masuk) SD itu, berarti ada yang salah,” kata Suyadi.

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Muflich Adhim membenarkan bahwa tantangan pemerataan ini berkaitan erat dengan kualitas sekolah.

“Saat ini, ada kecenderungan masyarakat itu memilih ke sekolah swasta. Kalau kita lihat data dari Dapodik, lulusan TK, RA dan BA itu sebanyak 12.947 anak. Sedangkan pagu jenjang SD Negeri itu 8.568 anak. Saya rasa ini peluang bagi swasta untuk meningkatkan kualitasnya,” kata Adhim.

Kata Adhim, ada program-program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menyamakan kualitas pendidikan. Mulai dari adanya Interaktif Flat Panel (IFP) mulai dari PAUD sampai SMP. Lalu revitalisasi fisik sekolah dan kegiatan di ekstra yang berguna untuk anak didik.

Sementara itu, Sekretaris Departemen Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang Desi Eri Kusumaningrum setuju bahwa persoalan pemerataan murid ini berkaitan dengan faktor demografi. Dalam artian jumlah kelahiran atau anak sekolah yang tidak rata pada masing-masing kelurahan.

“Selain faktor demografi, ada juga faktor lain yaitu persepsi yang mau tidak mau mempengaruhi keputusan orang tua menyekolahkan anaknya. Sebenarnya, yang diharapkan masyarakat itu adalah kepastian bahwa SD itu memberikan kualitas yang sama,” kata Desi.

Ia menambahkan kualitas yang dimaksud ini bukan sekedar prestasi sekolah, tapi juga kompetensi guru. Maka pemerintah harus mampu menunjukkan bahwa kapasitas guru mengajar di setiap sekolah itu kualitasnya sama.

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah potret kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah yang kondusif dan sarana prasarana yang layak. Serta, yang menurut Desi tidak kalah penting adalah bagaimana sekolah membranding diri.

“Sekolah-sekolah di Malang ini tentu punya keunggulannya masing-masing. Ini perlu diekspos ke media massa. Saat ini saya cermati, untuk mencari sekolah itu buka HP. Kita akan lihat, ada sekolah yang unggul di seni budaya atau bidang olahraga dan lain-lain. Biar lebih terkenal di masyarakat,” lanjutnya.

Tentu, memperbaiki kualitas sekolah itu merupakan hal yang kompleks. Maka perlu kolaborasi, khususnya dengan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian agar bisa mencegah penumpukan siswa dan meningkatkan mutu sekolah. (WL)

Simak selengkapnya di sini:

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x