NewsPemerintahan

Kurangi Sampah Plastik, Perumda Tugu Tirta Bagikan 1.112 Tumbler

Salah satu peserta Gerakan 1112 Tumbler mengisi botol dengan air siap minum. (Foto: Heri Prasetyo)
Salah satu peserta Gerakan 1112 Tumbler mengisi botol dengan air siap minum. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Tirta Kota Malang memperkuat pengurangan sampah plastik melalui pembagian 1.112 tumbler kepada masyarakat di Balai kota Malang. Program ini menjadi bagian dari edukasi publik sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang.

Direktur Utama Tugu Tirta Priyo Sudibyo mengatakan pihaknya telah menerapkan kebijakan pengurangan plastik secara internal lebih dulu. Sejak 1 November 2025, seluruh aktivitas di lingkungan kantor Tugu Tirta tidak lagi menggunakan plastik, khususnya untuk kebutuhan air minum.

“Langkah ini kami mulai dari internal sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Tidak ada lagi penggunaan plastik untuk air minum di kantor,” ujar Priyo, Jumat (24/4/2026).

Priyo menjelaskan, pembagian tumbler tidak berdiri sendiri. Pihaknya juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa 166 titik fasilitas air siap minum yang tersebar di berbagai ruang publik di Kota Malang.

“Gerakan ini tidak hanya berupa imbauan, tetapi juga disertai penyediaan sarana. Masyarakat bisa mengisi ulang tumbler di titik-titik yang sudah kami siapkan,” katanya.

Meski demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan. Ia kerap menerima laporan masyarakat yang menggunakan fasilitas air minum tidak sesuai peruntukan. Misalnya untuk mencuci peralatan, sehingga memerlukan perawatan rutin dari petugas.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi kepada masyarakat masih perlu diperkuat agar fasilitas digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tugu Tirta juga mendorong keterlibatan institusi pendidikan, perkantoran, serta instansi pemerintah untuk mengadopsi kebiasaan serupa. Termasuk mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik dalam kegiatan sehari-hari.

Priyo menekankan pentingnya peran kolektif dalam mendorong perubahan perilaku. Ia berharap penggunaan tumbler dapat menjadi kebiasaan baru yang tidak hanya berhenti pada momentum pembagian.

“Perubahan tidak bisa instan. Namun dengan contoh, fasilitas, dan edukasi yang berkelanjutan, kami optimistis dampaknya akan segera terlihat,” kata dia.

Tugu Tirta juga mencatat bahwa penggunaan tumbler mulai meningkat di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi. Namun, praktik yang kurang tepat masih ada, sehingga perlu sosialisasi yang lebih masif.

Melalui gerakan ini, Tugu Tirta berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya mengurangi konsumsi plastik sekali pakai.

“Ini bukan sekadar pembagian tumbler, tetapi upaya membangun budaya baru yang lebih ramah lingkungan di Kota Malang,” ujar Priyo.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x