DLH Kota Batu Buru Dana Hibah LSDP Rp137 Miliar dari Bank Dunia

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu kejar dana hibah berskala nasional lewat program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program yang didukung oleh Bank Dunia (World Bank) ini ditargetkan mulai mengucur dan terealisasi secara fisik di Kota Batu pada tahun 2027 mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengungkapkan bahwa Kota Batu menjadi salah satu dari dua daerah di wilayah Malang Raya yang berkesempatan memperebutkan anggaran jumbo tersebut. Saat ini, pihaknya sedang berproses memenuhi dan menyempurnakan sejumlah catatan serta persyaratan teknis dari tim penilai dari pemerintah pusat.
“Ada dua kota di Malang Raya, Kota Batu dan Kota Malang, yang berproses untuk mendapatkan grant atau hibah LSDP. Kota Batu ada beberapa yang harus disempurnakan. Kami masih dalam proses penyempurnaan dan insyaallah kita akan mendapatkan hibah program ini,” ujar Dian Fachroni.
Dian menjelaskan bahwa proses penyempurnaan yang sedang berjalan saat ini berkaitan erat dengan sinkronisasi kalkulasi teknis pada aspek neraca sampah. Pihak kementerian meminta kepastian angka agar seluruh usulan sarana pengolahan baru nantinya benar-benar mampu melumat habis sampah harian masyarakat dan wisatawan di Kota Batu.
“Terkait dengan kapasitas proses pada masing-masing usulan. Kayak misalkan di TPS 3R Komunal ada sekitar 10 titik itu kapasitas prosesnya berapa. TPA Tlekung nampungnya berapa sehingga total timbulan sampah di Kota Batu yang saat ini neracanya itu 125 (ton) itu bisa tuntas diselesaikan dengan program LSDP,” urai Dian secara rinci.
Mantan Sekretaris DLH ini menambahkan, nilai anggaran yang disodorkan Pemkot Batu kepada pemerintah pusat sangat fantastis. Dana tersebut nantinya tidak dikucurkan sekaligus dalam satu waktu. Melainkan terbagi ke dalam beberapa tahapan pelaksanaan selama kurun waktu lima tahun anggaran berjalan.
“Kami mengajukan sementara ini anggarannya itu Rp 137 miliar untuk lima tahun. Bertahap ya, Mas,” pungkas Dian.
Dengan dana hibah mencapai Rp 137 miliar, APBD Kota Batu harapannya bisa lebih efisien. Alokasi anggaran di sektor kedaruratan sampah dapat dialihkan untuk membiayai program prioritas daerah lainnya. Seperti pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas kesehatan, maupun penguatan pariwisata daerah.
Editor: Intan Refa




