Kunjungan Wisata Desa di Kota Batu Belum Pulih Seperti Sediakala

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Meski pandemi COVID-19 telah berakhir lima tahun lalu, namun dampaknya sepertinya masih cukup terasa di wisata desa Kota Batu. Beberapa destinasi bahkan hingga kini belum sepenuhnya pulih dari penurunan jumlah pengunjung yang terjadi sejak pandemi.
Salah satu yang masih terdampak adalah wisata desa De Beran di Desa Oro-Oro Ombo. Tempat wisata yang menawarkan kolam renang dengan sumber mata air alami itu belum mampu mengembalikan jumlah kunjungan seperti sediakala.
Salah seorang penjaga wisata yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sebelum pandemi jumlah pengunjung saat musim liburan bisa mencapai sekitar 600 orang. Namun angka tersebut kini sulit tercapai.
“Kalau musim libur sekolah paling banyak sekitar 300 orang. Beda dengan sebelum COVID dulu yang bisa mencapai 600 pengunjung. Sekarang kalau hari biasa hanya sekitar 20 sampai 25 orang,” jelasnya.
Kondisi serupa juga dirasakan wisata desa lain di Kota Batu. Ketua Pokdarwis Desa Punten Cahyono Hadi mencontohkan Wisata Desa Kungkuk mengalami penurunan jumlah wisatawan cukup signifikan.
Kata Hadi, sebelum pandemi jumlah kunjungan wisatawan saat masa liburan dapat mencapai 10-12 rombongan dalam sepekan. Namun saat ini jumlah tersebut turun drastis menjadi hanya 1-2 rombongan saja.
“Kita sekarang perjuangannya harus luar biasa untuk menggaet wisatawan dan lain sebagainya,” ujarnya.
Kondisi ini semakin parah dengan kebijakan efisiensi oleh pemerintah pusat, yang sangat berdampak pada sektor pariwisata dan industri perhotelan di Kota Batu. Selain itu, kebijakan larangan wisata dan study tour dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Pasalnya, wisatawan asal Jawa Barat menjadi salah satu pelanggan rutin.
“Kita biasanya langganan wisatawan dari Bogor dan Bandung,” jelas Hadi.
Ia berharap Pemerintah Kota Batu dapat kembali memperkuat sektor pariwisata desa melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan bagi pelaku wisata agar mampu bertahan di tengah kondisi saat ini.
Editor: Intan Refa



