Kenaikan Harga Plastik Kikis Margin Usaha Mikro di Kota Batu

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Lonjakan harga plastik mulai menekan para pelaku usaha mikro di Kota Batu. Meski Harga Pokok Produksi (HPP) membengkak akibat mahalnya bahan kemasan dan media tanam berbasis plastik, para peternak sapi perah dan petani bunga di kota dingin ini memilih untuk tidak menaikkan harga jual produk.
Di sektor peternakan, Koperasi Mergo Makmur Mandiri yang berada di Dusun Brau, Desa Gunungsari ini merasakan langsung dampak kenaikan komponen plastik ini. Koperasi yang tengah masif memproduksi susu pasturisasi kemasan cup untuk program MBG ini harus putar otak.
Ketua Koperasi Mergo Makmur Mandiri Muhammad Munir mengakui bahwa situasi ini cukup membingungkan manajemen dalam menghitung skema pembiayaan. Kendati demikian, koperasi berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas harga yang didistribusikan ke jaringan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
“Nah, ya kalau yang ini masih awal-awal ini maaf ini masih agak rancu ya gitu ya. Karena apa? Kenaikannya juga lumayan ya. Mulai cup dari kemasan iya, plastik itu ya, terus plastik sealer-nya ini terus sampai kresek. Kresek ini juga, plastiknya juga naik,” ungkap Munir.
Kondisi serupa juga menjalar ke usaha mikro pertanian hortikultura di Kota Batu. Khususnya para petani tanaman hias dan bunga potong. Ketergantungan yang tinggi terhadap plastik jenis polybag untuk fase pembibitan membuat para petani harus merogoh kocek lebih dalam.
Terpisah, salah seorang petani bunga di Kota Batu yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya tekanan tersebut. Namun, demi menjaga daya beli konsumen dan kelancaran serapan pasar, para petani sepakat untuk mengorbankan sebagian margin keuntungan ketimbang menaikkan harga bunga.
“Harga plastik buat pembibitan bunga juga naik, kayak polybag. Para petani belum memilih menaikan harga bunga,” ujar petani bunga tersebut.
Berdasarkan data pergerakan komoditas domestik per 28 Mei 2026, harga bijih plastik original jenis Polypropylene (PP) di pasar hulu telah menyentuh angka Rp66.900 hingga Rp67.000 per kilogram. Lonjakan ini mengerek harga plastik kiloan siap pakai di tingkat grosir ke kisaran rata-rata Rp25.000 hingga Rp32.900 per kilogram, dari semula yang hanya belasan ribu rupiah.
Kondisi ini cukup memprihatinkan, di tengah kepungan kenaikan harga bahan baku plastik mereka justru memilih menanggung beban kenaikan HPP. Agar rantai distribusi di tingkat hilir tidak tersendat.
Editor: Intan Refa




