HUT Ke-3 Dudukbaca, Gandeng Berbagai Partner Perkuat Literasi di Malang

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Salah satu komunitas literasi di Kota Malang “Dudukbaca” baru saja menyelenggarakan hari jadinya yang ketiga tahun. Pada Minggu (21/6/2026) di Malang Creative Center (MCC), perayaan ini melibatkan berbagai kolaborator pengisi acara, audiens pecinta literasi (bacawan), puluhan sponsor, dan media partner.
Ketua Dudukbaca Muhammad Eko Aditya Arie R menceritakan, konsep perayaan ulang tahun komunitas Dudukbaca yang pertama terbilang sederhana.
“Dulu cuma menggelar lapak baca lalu bawa kue dan tiup lilin. Selanjutnya ultah ke-2 mulai melibatkan orang-orang yang mendukung Dudukbaca, karena kita tidak bisa melaju sejauh ini jika tanpa support system dari bacawan,” tuturnya.
Eko mengungkapkan, khusus perayaan ulang tahun Dudukbaca yang ke-3 konsepnya open house dan lebih banyak menggandeng kolaborator dari komunitas literasi di Malang.
“Kami berharap Dudukbaca di tahun ke-3 ini dapat menjadi ruang aman dan nyaman untuk teman-teman yang ingin mengaktualisasikan diri dalam bidang literasi, baik bacawan atau komunitas. Apalagi, tujuan Dudukbaca berkaitan dengan meningkatkan minat baca, mempermudah akses bacaan, dan menyediakan kegiatan membaca yang menarik bagi khalayak umum,” paparnya.
Koordinator Event and Collaboration Dudukbaca Indah Ayu Nada Nabilah menambahkan bahwa perayaan ulang tahun ke-3 komunitas Dudukbaca lebih menekankan pada kolaborasi.
“Sayapun yang telah membersamai Dudukbaca selama 2,5 tahun sangat bersyukur karena kami masih bisa menjadi teman bacawan berbagi cerita melalui buku,” ujar perempuan yang akrab disapa Bila.
Perayaan yang mengusung tajuk “Rona Cerita: Berseri bersama Aksara” bertujuan meyakinkan masyarakat bahwa membaca bukanlah hal yang membosankan. Apalagi, Dudukbaca selalu membuat konsep event yang bermakna bagi bacawan hingga masyarakat Malang Raya.
“Perayaan ketiga ini kami juga mengajak beberapa pihak sponsor untuk berkolaborasi seperti Bank Indonesia (BI), Gramedia Pustaka Utama (GPU), Kompas Gramedia, Penerbit Haru dan beberapa produk seperti Lumero, Karita dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, beragam komunitas yaitu Read Aloud Malang Raya, Readingalam, Bacabarengalam, Gubuk Tulis, Malang Book Party, (MBP) dan Soerabaca juga diundang untuk menikmati beragam penampilan,” papar Bila.
Di sini, Read Aloud Malang Raya menceritakan bagaimana sejarah terbentuknya komunitas Dudukbaca. Selanjutnya, ada pertunjukan dari Van Teather yang menceritakan peran literasi dan digital. Kemudian penampilan open mic dari finalis yang menang pre-event “Satu Pohon Seribu Cerita” di Gramedia yang didampingi oleh Cerita Jagiya.
Terakhir ditutup komunitas Pelangi Sastra hingga Barasua dengan performance musikalisasi puisi. Pihaknya juga berharap, Dudukbaca selalu bertumbuh dan semakin maju setiap tahunnya meski nantinya sudah berganti orang di balik layarnya (volunteer).
Bila percaya bahwa niat baik itu akan disambut positif dan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi orang lain.
“Kami mewakili founder hingga volunteer mengucapkan terima kasih kepada bacawan yang membersamai Dudukbaca sampai hari ini. Semoga ekosistem literasi di Malang semakin kuat dan terus berdampak positif kedepannya,” pungkasnya.
Editor: Intan Refa




