Pagelaran Seni “Kenduri Lawasan” Tutup Event QRISMA Fest Vol 1

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Rangkaian event QRISMA Fest Vol 1 selama 2-8 Mei 2026 di Kayutangan Heritage, akhirnya ditutup lewat pagelaran seni “Kenduri Lawasan” di Gedung Kesenian Gajayana Kasin pada Jumat (8/5/2026). Mulai dari Tari Beskalan Putri sebagai pembuka acara dan ludruk persembahan dari paguyuban Genaro Ngalam.
Acara yang banyak menampilkan pertunjukan budaya ini menyedot animo masyarakat sekitar. Salah satunya adalah Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo yang menyempatkan hadir.
Gedung Kesenian Gajayana langsung penuh dengan penonton, bahkan sampai menyediakan videotron di luar gedung. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi dalam sambutannya mengatakan sempat ragu untuk menggelar penutupan di bangunan yang sudah berdiri sejak era 1960-an ini.
“Awalnya kami merasa, wah ini sudah terlalu tua, terlalu lama dan seterusnya. Tapi kami menemukan sisi baik. Ada sebuah korelasi yang sangat signifikan, antara tradisi menuju transaksi,” kata kata Indra.
Maka, malam itu menjadi kegiatan melestarikan tradisi sekaligus meningkatkan transaksi karena juga ada festival jajanan jadul. Indra juga mengingatkan bahwa digitalisasi sudah bukan lagi pilihan, tapi kewajiban. Dengan kata lain, mau tidak mau harus ikut.

“Dalam rangkaian QRISMA atau QRIS untuk Masyarakat dan UMKM ini, kita melaksanakan banyak sekali kegiatan. Pertama Malang Merchant Race yang melibatkan 1.120 merchant dan perbankan di Kota Malang. Ini juga angka keramat, 1.120 sesuai dengan ulang tahun Kota Malang,” terangnya.
Ada juga kegiatan workshop dan edukasi digitalisasi yang melibatkan lebih dari 50 UMKM. Lalu ada juga kompetisi lingkungan bersih diikuti 34 RT, Amazing Race yang diikuti 210 siswa SD, lomba kreasi tumpeng yang diikuti 4 RW dan yang menarik adalah penjualan 112 tumpeng jajanan jadul dengan menggunakan QRIS.
Serangkaian kegiatan ini tidak lain adalah untuk menghidupkan roda ekonomi sekaligus mengedukasi masyarakat pada sistem pembayaran digital. Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menambahkan bahwa Kenduri Lawasan ini memiliki agar terus bergerak maju menembus perubahan zaman.
“Melalui semangat Ngalam Melintas, kita mengajak untuk menjadi kota yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dalam menghadapi tantangan. Dan semangat bergerak tuntas dalam memberikan pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Ini sejalan dengan, dari tradisi ke transaksi,” ungkap Wahyu dalam sambutannya.
Oleh karena itu, dengan modernisasi ini, harapannya agar UMKM Kota Malang bisa naik kelas dengan mempermudah transaksi.




