Ekonomi dan Bisnis

Penyaluran Kredit Kabupaten Malang Tembus Rp33 Triliun

Siaran pers kinerja lembaga keuangan di wilayah kerja OJK Malang. (Foto: Intan Refa)
Siaran pers kinerja lembaga keuangan di wilayah kerja OJK Malang. (Foto: Intan Refa)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Farid Faletehan memaparkan penyaluran kredit di Malang Raya secara umum menunjukkan peningkatan. Khususnya Kabupaten Malang, penyaluran kredit tumbuh cukup signifikan sebesar 10 persen atau setara dengan Rp33,7 triliun per Juli 2026.

Kota Batu juga menunjukkan pertumbuhan kredit sebesar 27 persen, namun nominal penyaluran kreditnya relatif rendah dari daerah lain yaitu Rp3,8 triliun. Sementara Kota Malang justru turun sebesar 5,5 persen menjadi Rp27,1 triliun penyaluran kreditnya per Juli 2026. Menurut Farid, kondisi ini merupakan dampak dari perpindahan salah satu bank BUMN dari Kota Malang ke Kabupaten Malang.

“Ada satu bank BUMN yang kantornya pindah dari kota ke kabupaten. Bukan karena ada suatu kondisi penarikan kredit atau segala macam. Tapi karena perpindahan jaringan kantor, yang tadinya pelaporan melalui kantor Kota Malang, pindah ke Kabupaten Malang,” terang Farid.

Baca juga:

Naik 128 Persen, Minat Investasi Kabupaten Malang Melesat

Lalu penyaluran kredit di Kabupaten Pasuruan juga mengalami peningkatan sebesar 8,7 persen menjadi Rp19 triliun. Sebaliknya, Kota Pasuruan justru menunjukkan penurunan pada penyaluran kreditnya sebesar 8,1 persen menjadi Rp4,7 triliun.

Selanjutnya Kabupaten Probolinggo juga menunjukkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,1 persen menjadi Rp13,6 triliun. Begitu pun sebaliknya dengan Kota Probolinggo, penyaluran kredit turun 2 persen menjadi Rp10,2 triliun.

Di sisi lain, prosentase Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di Kabupaten Malang, Kota Malan dan Kota Batu relatif sama yaitu di atas 4 persen. Sedangkan Kabupaten/Kota Pasuruan dan Kabupaten/Kota Probolinggo, tingkat NPL-nya berkisar antara 1-3 persen.

“NPL yang terendah yang pertama Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Pasuruan. Ini yang kredit bermasalahnya paling kecil,” lanjut Farid.

Sedangkan penggunaan kredit di wilayah kerja OJK Malang, sebanyak 40,3 persen untuk kredit modal kerja, lalu 31,9 persen untuk kredit konsumtif dan sisanya 27,8 persen untuk investasi.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x