Harga Cabai Belum Turun, Ini Langkah Pemkot Malang

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Harga cabai di Kota Malang masih belum menunjukkan tren penurunan harga. Di tingkat petani, harga cabai sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Sementara di pasar, harganya lantas melonjak hingga Rp100 ribu per kilogram.
“Selisih harga ini cukup tinggi. Kita akan telusuri rantai distribusinya, apakah terjadi di tingkat distributor atau pasar. Harapannya, harga di masyarakat bisa lebih terjangkau,” tegasnya.
Maka kata Wahyu, intervensi tidak hanya dilakukan di pasar, tetapi juga dengan memperkuat produksi di tingkat petani.
“Pagi ini kita panen cabai. Tanaman ini baru empat bulan, tetapi dalam setahun bisa panen hingga 15 kali. Ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pasokan cabai di Kota Malang,” ujar Wahyu saat berkunjung ke Kelompok Tani Sido Makmur 1, Kelurahan Buring, Kedungkandang pada Kamis (16/4/2026).
Lahan cabai seluas sekitar 7.190 meter persegi ini memiliki potensi produksi mencapai sekitar 5-6 kuintal sekali panen. Produktivitas ini menjadi peluang untuk menekan disparitas harga antara petani dan konsumen.
Selain panen, pihaknya juga menyalurkan bantuan sarana produksi padi (saprodi) kepada 12 kelompok tani. Bantuan tersebut meliputi benih padi, benih jagung, serta alat dan mesin pertanian seperti kultivator dan alat tanam jagung.
“Bantuan ini untuk menunjang dan memfasilitasi kelompok tani agar kegiatan usaha tani di Kota Malang tetap berjalan optimal,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sido Makmur 1 Damanhuri menyebutkan dalam satu masa tanam bisa panen hingga lima kali.
“Harga di tingkat petani saat ini sekitar Rp50 ribu per kilogram. Masih ada keuntungan, meski biaya produksi juga cukup besar,” katanya.
Ia berharap perhatian pemerintah tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada distribusi dan stabilitas harga.
Editor: Intan Refa




