Ekonomi dan Bisnis

Harga Beras di Pasar Bunul Malang Naik, Pasokan Tersendat?

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi melakukan sidak ke Pasar Bunul. (Foto: Heri Prasetyo)
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi melakukan sidak ke Pasar Bunul. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pedagang toko sembako di Pasar Bunul Supri mengatakan sejumlah merk beras mulai sulit didapatkan. Beberapa di antaranya adalah Gold Rice, Ultimate, Raja, Sania, Fortune, Topas dan Sepikul. Akibatnya, harga beras premium naik hampir pada semua merek yang ia jual.

“Semua beras premium naik. Dari sekitar 20 merek yang biasanya kami jual, sekarang tinggal lima yang ada barangnya. Yang 15 merek tidak punya barang,” kata Supri.

Harga beras premium kemasan 5 kilogram, yang sebelumnya seharga Rp79 ribu kini mencapai Rp83 ribu. Kenaikan berlangsung secara bertahap sejak awal bulan.

“Naiknya selalu bertahap. Terakhir kulakan sudah Rp80 ribu untuk premium kemasan 5 kilogram,” ujarnya.

Baca juga:

Bulog Pastikan Stok Beras di Malang Raya Aman hingga 10 Bulan

Yang lebih mengkhawatirkan menurutnya adalah menghilangnya sejumlah beras kelas medium dari pasaran. Beberapa merek seperti Topas, Anak Tani dan Tugu tidak kunjung datang. Merek Topas misalnya, Supri mengaku sudah sekitar dua pekan tidak mendapatkan pasokan.

“Anak Tani sudah dijanjikan dari seminggu, tapi barangnya belum datang. Tugu juga tidak ada. Topas sudah dua minggu tidak ada di pasar,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi tetap memastikan stok beras di Kota Malang masih aman. Saat melakukan inspeksi di Pasar Bunul, Eko mengatakan harga beras premium yang sebelumnya Rp75 ribu per kemasan 5 kilogram, naik Rp5 ribu.

“Naik Rp5 ribu satu sak. Ini nanti kami akan cek semua pasar karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat,” kata Eko.

Baca juga:

Hati-hati Modus Beras Premium Isi Beras Bulog

Menurut dia, tekanan harga ini juga terasa dari tingkat produsen. Sejumlah komponen biaya produksi seperti kantong plastik, transportasi dan biaya operasional ikut mengerek harga jual.

Kendati harga beras naik, Eko menilai daya beli masyarakat Kota Malang masih relatif kuat. Menurutnya itu terlihat dari aktivitas transaksi di pasar yang tetap tinggi, termasuk permintaan terhadap beras dan daging.

“Yang paling penting, dengan kenaikan ini masyarakat Kota Malang tetap bisa membeli beras maupun daging. Artinya ada pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus,” katanya.

Ia juga memastikan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia. Bulog secara rutin mendistribusikan beras SPHP ke sejumlah pasar di Kota Malang setiap pekan.

“SPHP sangat diminati masyarakat. Setiap minggu dari Bulog juga mendistribusikan di semua pasar kita. Harganya tetap stabil sesuai HET, Rp60 ribu per 5 kilogram,” ujarnya.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x