Dinkes Kota Malang Target Keberhasilan Terapi TBC Capai 90 Persen

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang menargetkan angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TBC) naik menjadi 90 persen pada tahun 2026. Target tersebut ditetapkan setelah capaian keberhasilan pengobatan sepanjang 2025 tercatat sebesar 85 persen. Prosentase ini masih berada di bawah standar nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan peningkatan keberhasilan pengobatan menjadi salah satu fokus utama dalam pengendalian TBC di Kota Malang.
“Kalau pasien ditemukan (TBC) pada Januari, evaluasi keberhasilan pengobatannya baru bisa pada akhir Juli atau awal Agustus,” kata Husnul, Kamis (30/7/2026).
Selain meningkatkan keberhasilan terapi, pihaknya juga memperkuat pelacakan secara aktif. Husnul menegaskan tingginya angka temuan kasus baru di Kota Malang bukan berarti penularannya tinggi.
Baca juga:
Sanitasi Juga Penting untuk Tangani TBC di Kota Malang
Melainkan menunjukkan optimalnya proses skrining terhadap warga yang memiliki gejala maupun kontak erat dengan penderita. Hingga kini, lebih dari 200 kasus TBC telah terkonfirmasi positif.
Seluruh data tersebut terintegrasi ke dalam Disease Support System (DSS). Sehingga terpantau secara langsung oleh pemerintah hingga tingkat kelurahan.
“Pak lurah maupun camat tinggal membuka dashboard, kemudian memilih wilayahnya. Data jumlah suspek, kasus positif, sampai tingkat penularannya langsung terlihat,” ujar Husnul.
Melalui dashboard tersebut, pemerintah dapat melihat jumlah warga terduga TBC, terkonfirmasi TBC, hingga tingkat risiko penularan di setiap wilayah. Sebagai contoh, di Kelurahan Purwantoro terdapat 302 warga yang masuk kategori suspek TBC. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 orang positif TBC dengan tingkat penularan masih tergolong rendah.
Sementara itu, Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Kota Malang saat ini mencapai 68 persen. Artinya, sekitar 68 persen warga yang menjadi sasaran terapi pencegahan. Terutama kelompok kontak erat pasien TBC, telah mendapatkan pengobatan pencegahan.
Untuk mempercepat penemuan kasus, Kementerian Kesehatan rencananya akan menambah satu unit X-ray portabel untuk Kota Malang. Sebab, saat ini Kota Malang baru memiliki satu alat yang belum mampu menjangkau seluruh target skrining.
Penambahan alat tersebut untuk mendukung skrining di 153 titik selama Agustus-Oktober 2026. Pada setiap lokasi, petugas menargetkan 100 warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC, untuk menjalani pemeriksaan menggunakan mesin ini.
“Dengan portable X-ray, pemeriksaan bisa lebih fleksibel dan menjangkau wilayah yang selama ini sulit dimasuki kendaraan besar,” katanya.
Editor: Intan Refa





