Dinkes Kota Batu Catat 589 Kasus TBC, Kecamatan Batu Sumbang 55 Persen

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat ada 589 kasus tuberkulosis (TBC). Kecamatan Batu menjadi wilayah penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 55 persen dari keseluruhan kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Aditya Prasaja menjelaskan banyaknya temuan kasus di Kecamatan Batu berkaitan dengan karakteristik wilayah yang padat penduduk dan intensitas interaksi masyarakat relatif tinggi.
“Karena ini kan menularnya cepat. Jadi otomatis pada daerah padat penduduk dan dengan lingkungan yang tidak sehat, itu interaksi masyarakat yang intens, itu cukup menjadi kantong TBC,” kata Aditya.
Tantangan penanganan TBC juga berkaitan dengan kesediaan masyarakat menjalani pemeriksaan. Aditya menjelaskan orang yang terinfeksi biasanya belum merasakan gejala sehingga tidak menyadari risiko penyakit tersebut dan menularkan ke orang di sekitarnya.
Baca juga:
Dinkes Kota Batu Perluas Pelacakan TBC Lewat Active Case Finding (ACF)
Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap orang yang berkontak erat dengan pasien menjadi sangat penting. Kontak erat tidak terbatas pada anggota keluarga yang tinggal serumah. Tetapi orang yang sering berinteraksi dengan pasien seperti di sekolah, asrama, maupun tempat kerja.
Kata Aditya, tim Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Kota Batu dapat membantu tenaga kesehatan mengedukasi masyarakat agar bersedia menjalani pemeriksaan. Di Kota Batu, tim Siaga TBC telah ada di 24 desa dan kelurahan.
Persoalan lain muncul ketika pasien menghentikan pengobatan karena merasa kondisinya sudah membaik. Aditya mengingatkan pengobatan TBC umumnya berlangsung selama enam bulan dan harus dijalani sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
“Dia harusnya minum rutin enam bulan, kadang-kadang dia dua bulan merasa sudah enak badan tidak dilanjutkan. Ini bahaya sekali,” ujarnya.
Pengobatan yang tidak tuntas dapat meningkatkan risiko resisten terhadap obat sehingga penanganan menjadi lebih rumit dan membutuhkan regimen pengobatan yang berbeda. Karena itu, pasien perlu mengikuti pengobatan sesuai resep dan tidak menghentikannya sendiri meskipun gejala telah berkurang.
Editor: Intan Refa





