Blues Spirit Sesi 90: Taruhan, Prabowo Terus Apa Jatuh?
Kali ini kita bicara isu. Isu, telah kita pahami bersama, punya dua makna. Pertama, bermakna sebagai kabar burung dan kedua bermakna sebagai tren; sesuatu yang sedang hangat dan aktual untuk dibahas.
Kita ambil yang kedua yaitu isu yang pantas kita bahas, isu taruhan. Prabowo akan terus jadi presiden atau jatuh di tengah jalan.
Taruhan itu diunggah oleh platform Polymarket yaitu platform prediksi online berbasis crypto. Penggunanya cukup memilih Yes atau No terhadap suatu peristiwa nyata.
Kali ini yang dianggap peristiwa adalah kepemimpinan Prabowo dengan segenap pro kontra yang timbul. Maka taruhannya, dalam keadaan seperti ini, Prabowo akan jatuh di tengah jalan atau tidak.
Polymarket dan mungkin juga pasar taruhan yang lain, bisa saja mengunggah; Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dengan Wawali Ali Muthohirin apakah akan pecah kongsi? Kalau sudah pecah diam-diam, apakah akan terang-terangan muncul ke publik?
Simak juga:
Blues Spirit Sesi 89: Celaka yang Menyayat
Lalu, Bupati Malang Sanusi. Apakah akan aman-aman saja dan tidak ada korupsi dalam kepemimpinannya? Kemudian pasangan Nurochman-Heli Suyanto sebagai pasangan kepala daerah Kota Batu, akan bisa terus mesra sampai pada Pilkada lagi 2029 nanti, atau akan berebut pada periode kedua itu?
Polymarket, yang bisa diunduh melalui VPN, dalam yuridiksi Indonesia dilarang. Dipastikan itu adalah judi, pidana. Juga diharamkan oleh MUI.
Tapi bagi pihak Polymarket, ini adalah investasi prediksi yang bekerja melalui mekanisme saham. Ada tiga model investasinya; pasar biner, pasar kategoris dan pasar skalar.
Dalam hal Prabowo masuk pada bursa pasar biner, tinjauannya tidak sekadar taruhan. Tapi tentu perlu ada yang menelusuri, siapa di balik isu ini dan apa maksudnya.
Karena isu ini menyentuh emosi kolektif dan persepsi stabilitas ekonomi sehingga bikin gaduh dan berdampak pada hajat hidup orang banyak. Ada dosen yang menanyakan, taruhan seperti ini apakah tidak masuk subversi kognitif digital sebagai upaya sistematis merusak cara berpikir publik melalui ruang digital?
Kebijakan baik Prabowo; janji memberantas korupsi, penertiban kebocoran uang negara melalui perbankan, penataan ulang izin lahan, larangan ekspor bahan mentah melalui hilirisasi, sampai pendirian BUMN khusus ekspor pangan dan energi untuk kedaulatan nasional, coba ditenggelamkan oleh taruhan yang dalam waktu cepat melibatkan lebih dari 2,6 juta impresi pada platform X dan puluhan ribu interaksi di TikTok dan Instagram.
Soalnya memang, tidak boleh pejabat publik bertindak yang memungkinkan adanya kesan tidak konstitusional, tidak adil, melawan janjinya sendiri, mementingkan kelompok dan mengabaikan rakyat. Sehingga timbul prediksi yang menyebabkan penilaian dan perlawanan. Termasuk adanya prediksi yang dijadikan taruhan oleh Polymarket ini.
Jadi, pejabat publik, siapapun, jangan bertindak sesuka hati. Mementingkan kelompok dan kroninya, menghamburkan uang untuk pencitraan diri dan tidak peduli pada kesulitan umum rakyat.
Jare Arek Malang, iso dilamak arek-arek. Tapi nek sampean gak gelem dilamak, ojok ngelamak nang rakyat. Ojok mbujuk, ojok nipu, ojok omon-omon, ojok ngakali, ojok intimidasi, ojok ngusir-usir.
Sebab rakyat adalah pemegang kedaulatan, yang urun uang melalui pajak untuk menggaji semua pejabat publik, semua ASN dan membiayai penyelenggaraan negara untuk kesejahteraan bersama secara adil.
