Blues Spirit Sesi 91: Menhut di Mana Ya?
Saya perlu kembali ke sini Blues Spirit, kontinuitasnya ada pada sesi 91. Kali ini sekedar ingin tanya apakah di antara sampean semua ada yang bisa memberikan penjelasan. Apakah Menteri Kehutanan, masih anak muda, bernama Raja Juli Antoni itu? Bagaimana ya menghubungi mantan pejabat IKN itu?
Saya ingin tanya, bagaimana akhirnya kita menghadapi kebakaran atau karhutla ini? Karena kata BMKG, ancamannya masih akan sampai tahun 2027 nanti. Sampai Agustus kemarin saja dalam catatan pemerintah, hutan kita yang terbakar mencapai 202 ribu hektar.
Itu sama dengan tiga kali luas Singapura atau 18 kali luas Kota Malang. Catatan Greenpeace jauh di atas itu, bersama bara yang terus merambat mencapai 1,9 juta hektar atau 26 kali Singapura dan 172 kali Kota Malang.
Simak juga:
Blues Spirit Sesi 90: Taruhan, Prabowo Terus Apa Jatuh?
Belum lagi asapnya yang mengembara jauh sampai tenggorokan warga Singapura dan Malaysia. Malang Raya yang sejuk jadi sumuk, ongkep, gerah. Padahal hujan sudah mulai turun.
Kalau ada yang ketemu tolong tanyakan ya, kita sebagai rakyat ini harus bagaimana? Sekalian tanyakan, apa persiapan kita terhadap kemungkinan banjir jika musim hujan nanti datang. Karena sewaktu musibah banjir Aceh dan Sumatera akhir 2025 lalu, yang banyak viral malah Zulkifli Hasan Menko Bidang Pangan, karena aksinya memanggul beras itu. Masih ingat kan?
Itu musibah hutan loh yang kayunya bergelondong-gelondong rapi gergajian terbawa banjir, saya luput mendengar dan melihat langkah Menteri yang aman-aman saja dari beberapa kali resuffle itu. Saya tidak akan tanya bagaimana akhirnya menghadapi gugatan Singapura dan Malaysia.
Mungkin hanya sedikit saja ingin tahu, apa tanggapannya tentang pidato warga Malaysia bernama Datuk Kalam bin Salan, anggota parlemen Malaysia dari Selangor yang pidato bahasa Jawa. Minta perhatian pemerintah Indonesia karena warga Malaysia terdampak asap berbulan-bulan, keselepe’en. Sudah itu saja.
Kalau sudah ada yang bertemu dan mendapat jawabannya jangan lupa kabari saya ya. Salam saya warga kecil pembayar pajak.



