
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Atlet taekwondo profesional, lahir dari arena pertandingan. Jadi penting bagi atlet taekwondo Kota Malang untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi. Inilah yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Malang Thomas Tri Budi Darma.
Lewat kompetisi, atlet taekwondo akan belajar mengembangkan rasa percaya diri, mengumpulkan pengalaman dan jam terbang. Tapi, kompetisi yang diikuti secara mandiri tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Apalagi jika pertandingannya ada di luar kota atau luar pulau. Maka tak jarang, orang tualah yang harus membiayai akomodasi mereka.
“Jam terbang atau istilahnya try out-nya kita. Kadang try out-nya kita ada di Jatim dan luar Jatim itu pasti perlu biaya pendaftaran, transport, penginapan dan lain-lain. Kadang-kadang orang tua terbebani dengan dana-dana tadi. Tapi kita butuh anak-anak ini selain Latihan, ya uji coba,” terangnya.
Sebab, setelah anak-anak melakukan uji coba pada kejuaraan-kejuaraan tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum lanjut ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Terkadang kita ini memberikan subsidi ke atlet itu. Karena kita melihat atlet itu serius dan punya harapan. Nanti ke depan bisa jadi atlet andalan Kota Malang, kita memberikan subsidi. Tapi tidak semua. subsidi itu sendiri ya dari dana pribadi kita,” lanjut Thomas.
Sebenarnya menurut Thomas, kendala pembiayaan tersebut akan bisa teratasi bila ada mitra yang bersedia mensponsori perjalanan para atlet ini dari arena ke arena. Ini akan sangat membantu mereka dalam meningkatkan performa.
“Sebenarnya harapan dari semua cabor bahwa KONI atau Dispora bisa menggandeng orang tua asuh atau sponsor yang tertarik dengan cabor ini untuk kerjasama. Dari sponsor itu kita lebih bisa meningkatkan prestasi,” harapnya.
Sebab yang pasti, dengan adanya sponsor, pihaknya akan bisa menambah peralatan yang pasti butuh dana. Kedua, vitamin-vitamin buat atlet yang selama ini pemenuhannya secara mandiri, termasuk orang tua. Padahal tidak semua orang tua mampu.
Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan mitra sponsor, pembinaan atlet taekwondo di Kota Malang dapat berjalan lebih optimal. Dukungan tersebut bukan hanya meringankan beban atlet dan orang tua, tetapi juga menjadi investasi penting dalam mencetak atlet berprestasi di masa depan. (adv)
Editor: Intan Refa




