Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang Tak Kunjung Mengaspal

CITT GUIDE FM, KOTA MALANG – Semula, angkutan pelajar gratis ini targetnya dapat beroperasi pada awal Juli lalu. Masuk bulan Agustus, persiapan angkutan tersebut tak kunjung rampung. Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan secara keseluruhan persiapan program angkutan pelajar telah mencapai 95 persen.
”Saat ini pemasangan GPS masih berlangsung. Fungsinya untuk mengetahui jarak dan operasional angkot,” ujar pria yang akrab disapa Jaya tersebut, Selasa (4/8/2026).
Kata Widjaja, GPS menjadi bagian penting dalam sistem operasional angkot pelajar. Perangkat ini untuk memantau jarak tempuh dan operasional armada yang akan mempengaruhi penghitungan subsidi.
Baca juga:
Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang Akan Mengaspal Juli
Artinya, skema subsidi bagi sopir dihitung berdasarkan jarak tempuh, bukan berdasarkan jumlah pelajar yang diangkut. Berdasarkan kesepakatan antara dinas perhubungan dengan paguyuban angkot, sopir mendapatkan subsidi sebesar Rp6.200 per kilometer.
”Mereka akan mendapatkan upah berdasarkan jarak tempuh per hari,” katanya.
Selain pemasangan GPS, pihaknya juga masih mematangkan kesiapan koperasi yang akan menjadi pengelola operasional angkot pelajar. Koperasi ini akan bertanggung jawab mengatur berbagai kebutuhan operasional, termasuk jadwal sopir.
”Koperasi harus memiliki sistem audit mengenai kinerja sopir maupun untuk membuat laporan,” terangnya.
Kendati sistem pengelolaan belum benar-benar rampung, Widjaja tetap menargetkan angkutan pelajar gratis mulai beroperasi pada Agustus 2026. Program angkutan subsidi bagi pelajar Kota Malang ini telah melalui proses panjang. Pembahasan awal telah bergulir sejak tahun 2025 dan berlanjut dengan penyusunan regulasi yang baru rampung pada Juni 2026 lalu.
Editor: Intan Refa





