Pemkot Batu dan Perhutani Petakan Langkah Restorasi Gunung Terdampak Karhutla

Wali Kota Batu Nurochman. (Foto: Asrur Rodzi)
CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Panderman dan Gunung Arjuno-Welirang belum bisa dipulihkan secara menyeluruh. Pemerintah Kota Batu bersama Perum Perhutani masih menyiapkan penyebaran benih dan penghijauan kembali.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan telah berkoordinasi dengan Perhutani untuk memetakan langkah pemulihan di sejumlah titik terdampak. Salah satunya adalah Petak 18 di Gunung Panderman.
“Ya, yang pasti dari pihak Perhutani juga sudah mengantisipasi. Nanti kita akan sebar benih untuk me-recovery lahannya, termasuk yang di Petak 18 dan beberapa wilayah yang kebakaran. Ini memang harus segera kita pastikan kondisi lahannya seperti apa,” ujar Cak Nur.
Baca juga:
Karhutla di Gunung Buthak, Diperkirakan 4 Hektar Lahan Hangus
Namun, pemulihan tidak bisa dilakukan terburu-buru. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko menyebut hasil pemantauan di sejumlah titik menunjukkan tanah bekas kebakaran masih menyimpan panas.
“Kalau nanti penghijauan pasti ada, reboisasi pasti ada, tetapi kita mencari momen yang baik. Karena saat ini bukan waktu yang terbaik, tanah kita masih panas, masih hangat. Jadi, belum saatnya melakukan reboisasi,” kata Suwoko.
Selain kondisi tanah, intensitas hujan yang lebih merata juga menjadi pertimbangan sebelum menyebar benih. Pemulihan vegetasi tidak hanya bergantung pada penanaman, tetapi juga perlu memperhatikan kemampuan tanaman untuk tumbuh serta perawatan pascatanam.
Kebakaran di kawasan Panderman sendiri sempat kembali terjadi pada awal Oktober 2026. Kebakaran di hutan produksi Petak 228A, RPH Oro-Oro Ombo, pada 5 Oktober menghanguskan sekitar 600 meter persegi lahan. Sehari setelahnya, kebakaran kembali terjadi di lokasi yang sama sehingga total area terdampak selama dua hari mencapai lebih dari 1 hektar.
Sementara itu, kebakaran di Gunung Buthak pada September 2026 juga menunjukkan besarnya dampak karhutla terhadap kawasan pegunungan Kota Batu. Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani Ahmad Syarifudin sebelumnya memperkirakan sekitar 400 hektar lahan terbakar.
Sebelumnya, LMDH Wana Tani bersama Perhutani juga telah mengusulkan pengumpulan donasi bibit tanaman untuk mendukung pemulihan vegetasi di kawasan Buthak. Jenis bibitnya meliputi tanaman kayu keras, buah-buahan, hingga biji-bijian dari tanaman berkayu.
Editor: Intan Refa





