Karhutla di Gunung Buthak, Diperkirakan 4 Hektar Lahan Hangus

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda di kawasan hutan Gunung Buthak, tepatnya di Pos 3 jalur pendakian. Upaya pemadaman sejak Sabtu (17/10/2026), telah mengendalikan si jago merah untuk melahap lebih luas lagi lahan hijau.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani Kota Batu Ahmad Syarifudin mengatakan proses pendinginan dilakukan dengan penyemprotan air secara manual. Syarifudin mengatakan api di kawasan tersebut telah padam, tetapi bara masih tersisa di bagian tengah area terdampak.
“Sudah padam. Sudah kita dinginkan dengan semprot air. Tinggal bara-bara yang di tengah-tengah kita biarkan ini. Enggak mampu tenaganya,” kata Syarifudin, Senin malam (19/10/2026).
Baca juga:
Krisis Karhutla, Pakar Komunikasi UB Sebut 5 Hal yang Semestinya Dilakukan Pemerintah
Syarifudin memperkirakan luas area yang terbakar di sekitar Pos 3 mencapai lebih dari empat hektar. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan awal karena petugas belum dapat menghitung luas area terdampak secara menyeluruh.
Menurut Syarifudin, penanganan kebakaran melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perhutani, LMDH, relawan masyarakat, serta sejumlah komunitas lainnya.
“Kalau kemarin itu hampir 50 sampai 60-an orang. Untuk hari ini tadi ada tujuh orang yang melakukan pendinginan,” ujar Syarifudin.
Kebakaran terbaru ini mengingatkan pada rangkaian kebakaran hutan di kawasan Gunung Butak dan sekitarnya pada September kemarin. Saat itu, Perhutani melaporkan luas kumulatif area terdampak mencapai sekitar 1.530 hektare per 22 September. Api sempat kembali muncul akibat sisa bara yang terbawa angin.
Kebakaran kali ini berdampak pada penutupan jalur pendakian di kawasan pegunungan sekitar Kota Batu. Jalur pendakian Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong yang telah ditutup sejak awal September akhirnya diperpanjang.
Editor: Intan Refa





