Pemerintahan

Wahyu Sebut Perubahan di Pasar Kebalen Tidak Bisa Instan

Pasar Kebalen tampak dari depan. (Foto: Heri Prasetyo)
Pasar Kebalen tampak dari depan. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Penertiban Pasar Kebalen pada Mei lalu dengan membatasi jam operasional sempat membuat pedagang patuh pada mulanya. Walaupun kemudian kembali lagi ke kebiasaan awal akhir-akhir ini.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan munculnya kembali beberapa pedagang setelah penertiban merupakan hal yang lazim dalam proses penataan kawasan. Karena itu, pihaknya memilih mengedepankan pendekatan persuasif sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Ada laporan beberapa pedagang kembali berjualan di luar ketentuan waktu yang sudah disepakati. Ini akan kami komunikasikan lagi kepada mereka,” ujar Wahyu, Rabu (24/6/2026).

Kata Wahyu, perubahan di Pasar Kebalen tidak dapat terjadi secara instan. Pemerintah akan terus melakukan pendekatan secara bertahap agar para pedagang memahami tujuan utama penataan yaitu mengembalikan fungsi jalan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

Meski masih ada pelanggaran, Wahyu menilai kondisi di lapangan jauh lebih terkendali. Kemacetan yang selama ini menjadi keluhan warga mulai berkurang seiring tertatanya aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Ia juga meminta aparat penegak perda tetap mengutamakan cara-cara humanis dalam melakukan pengawasan. Pemerintah tidak melarang aktivitas ekonomi, tetapi mengatur waktu dan lokasi berjualan agar tidak mengganggu kepentingan publik.

“Pemerintah sudah memberikan ruang dan waktu bagi pedagang untuk berjualan. Yang kami jaga adalah agar fungsi jalan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

Sebelum penertiban, pemerintah telah menjalankan berbagai tahapan. Mulai dari sosialisasi, pemberian peringatan, hingga teguran berulang kepada para pedagang yang masih melanggar aturan.

Sejauh ini, kata Wahyu, respons publik terhadap langkah tersebut cenderung positif. Warga merasakan perubahan pada kelancaran lalu lintas dan berkurangnya hambatan di kawasan yang selama bertahun-tahun.

Penataan pasar ini juga menjadi bagian dari agenda besar Pemkot Malang dalam menata kawasan pasar dan ruang publik. Setelah penanganan di kawasan Gadang dan Kebalen, pemerintah berencana melanjutkan program serupa ke sejumlah titik lain secara bertahap.

Kata pendengar soal Pasar Kebalen

“Kondisi Pasar Kebalen (Jalan Zaenal Zakse) sudah setengah delapan masih belum tertib. Ada petugas tapi ini ngapain?,” kata Endah, 3 Juni 2026.

“Memang susah ya disuruh tertib. Karena itu juga dari kemauan sendiri. Tolong semua sama-sama sadar,” kata Muchlis, 4 Juni 2026.

“Untuk Pasar Kebalen sebaiknya bukan himbauan saja, tapi disanksi. Kalau tetap melanggar disita. Petugas jangan cuma berdiri saja ya,” kata Endarno.

“Satpol PP harus tegas. Kalau Satpol PP tidak sanggup, maka seputaran Kebalen akan jadi daerah kumuh,” sambung Maurin Andriyani.

“Pasar Kebalen jam 8.43 masih ramai pedagang yang bikin macet,” info dari Abdur Rachman.

“Tidak ada petugas di Pasar Kebalen,” kata Eriyanto, 6 Juni 2026 pukul 07.59.

“Tadi lewat Pasar Kebalen jam 11 masih banyak yang jualan dan tidak ada satupun petugas Satpol PP yang berjaga. Tidak adanya sanksi dan tindakan tegas jadi tidak jera pedagangnya dan harusnya Satpol PP bikin pos pemantauan berjaga. Baik di Kebalen dan Veteran sampai jam 4 sore,” ungkap Diono, 11 Juni 2026

“Kondisi Pasar Kebalen masih sama, banyak penjual di tengah jalan,” kata Didik, 24 Juni 2026 pukul 08.04.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x