UB Tugaskan Mahasiswa FTAB Buat Satu Kelurahan Satu Inovasi

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Universitas Brawijaya (UB) menerjunkan 856 mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) ke 57 kelurahan di Kota Malang melalui program Mahasiswa Membangun Mitra (3M). Dalam program ini, mahasiswa ditugaskan merancang dan menghadirkan 57 inovasi teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Sebanyak 57 kelompok mahasiswa akan ditempatkan secara merata di lima kecamatan dengan mengusung tema Satu Kelurahan Satu Alat Inovasi. Rektor UB Prof Widodo mengatakan program tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Mahasiswa turun langsung ke masyarakat untuk membangun kemitraan dalam pengembangan ekonomi, sosial, budaya, sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan dan membangun kemandirian ekonomi,” kata Widodo, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dekan FTAB UB Prof Yusuf Hendrawan menjelaskan seluruh inovasi yang dibawa mahasiswa merupakan hasil rancangan sendiri yang disesuaikan dengan persoalan di lapangan. Mulai dari pengelolaan lingkungan, pertanian, agroindustri hingga penguatan UMKM.
Beberapa inovasi yang akan diterapkan antara lain mesin pencacah plastik untuk pengelolaan sampah, mesin pencacah kompos untuk mendukung pertanian, hingga mesin spinner yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro dan kecil.
“Mahasiswa tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga diwajibkan menghadirkan solusi dalam bentuk alat inovasi yang bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” ujar Yusuf.
Ia menyebut program 3M merupakan mata kuliah wajib pengabdian masyarakat setara enam satuan kredit semester (SKS). Mahasiswa telah melakukan survei dan pemetaan kebutuhan masyarakat sejak semester sebelumnya sebelum diterjunkan secara penuh ke lapangan.
Sebanyak 856 mahasiswa dalam program tersebut didampingi 102 dosen pembimbing. Mereka akan bertugas di 57 kelurahan dengan target menghasilkan 57 produk teknologi tepat guna yang berpotensi untuk dihilirisasi.
“Program ini juga mendukung agenda ketahanan pangan pemerintah. Kami akan menyalurkan bibit cabai di setiap kelurahan sebagai bagian dari upaya penguatan pangan masyarakat,” kata Yusuf.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai keterlibatan mahasiswa UB akan membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Menurut Wahyu, kehadiran mahasiswa dapat memperkuat sejumlah program pembangunan daerah, termasuk program RT Berkelas yang mengalokasikan anggaran Rp50 juta untuk setiap RT.
“Mahasiswa dapat membantu masyarakat menyusun program prioritas pembangunan sesuai kebutuhan di tingkat paling bawah. Kehadiran mereka juga mendukung penguatan ekonomi dan pengelolaan lingkungan melalui teknologi tepat guna,” ujar Wahyu. (srv)
Editor: Intan Refa




