Triwulan I 2026, Penyaluran KUR BRI Regional Malang Capai Rp5.557 Triliun

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office Malang mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Maret 2026 sebesar Rp 5.557 triliun. Nominal tersebut telah tersalurkan kepada 117.387 debitur sektor mikro.
Regional Micro Banking Head BRI Region Malang Tito Witarnawan menyampaikan bahwa secara komposisi, penyaluran KUR di wilayah kerja BRI Malang didominasi sektor pertanian, perikanan dan perdagangan. Sektor tersebut mengambil porsi 47,2 persen dari total penyaluran.
Sementara pada tahun 2025, penyaluran KUR tercatat sebesar Rp 20.359 triliun kepada 472.748 debitur. Sektor terbesar juga ada di pertanian, perikanan dan perdagangan dengan porsi sebesar 53 persen.
Dari sisi penyebaran, penyaluran KUR Regional Malang terbanyak ada di Blitar, Ponorogo dan Kediri. Dengan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di berbagai daerah di wilayah Malang dan sekitarnya memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Sehingga mampu membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Tito.
Tito menambahkan tidak hanya menyalurkan dana, BRI melakukan pemberdayaan dan pendampingan usaha sekaligus edukasi finansial. Tujuannya, agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
“Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Regional Office Malang optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal” imbuhnya.
Ke depannya, BRI Regional Office Malang akan terus mendorong penyaluran KUR dengan fokus pada sektor produktif. Sehingga pembiayaan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM. Tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online. Sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas” tegasnya.




