Terdengar Sepele, Ini 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Otak

CITY GUIDE FM – Tahukah Anda, ada beberapa kebiasaan sepele yang bisa merusak otak. Melansir dari berbagai sumber, berikut ini 5 kebiasaan yang merusak otak:
Kurang tidur
CDC menyatakan, sepertiga orang dewasa tidak mendapatkan waktu tidur yang ideal, yakni 7-8 jam per hari. Penelitian menemukan bahwa keterampilan kognitif, seperti ingatan, penalaran, dan pemecahan masalah akan menurun ketika orang tidur kurang dari tujuh jam. Jadi, agar bisa tidur pulas, hindari minuman kaffein dan kurangi paparan cahaya gadget satu jam sebelum tidur.
Menatap layar terlalu lama
Waktu menonton yang berlebihan mengganggu keseimbangan ritme sirkadian, yang menyebabkan gangguan mood, kelelahan, dan insomnia. National Institutes of Health memperingatkan bahwa waktu menatap layar yang lebih lama pada anak-anak dikaitkan dengan hasil tes kemampuan berpikir dan bahasa yang lebih buruk. Jadi, batasi penggunaan gadget apabila tidak urgent.
Baca juga :
Sering makan junkfood
Mengutip dari WebMD, terlalu banyak makan junk food bisa berpotensi merusak otak. Studi menunjukkan, bagian otak yang berkaitan dengan pembelajaran, ingatan, dan kesehatan mental lebih kecil pada orang yang mengonsumsi banyak hamburger, kentang goreng, dan minuman soft drink. Sebaiknya perbanyak sayuran, biji-bijian dan ikan untuk kesehatan otak.
Mengenakan headphone terlalu lama
Kebiasaan mendengarkan musik menggunakan headphone bervolume keras bisa merusak pendengaran dan masalah otak, seperti Alzheimer. Sebab, otak harus bekerja keras untuk memahami apa yang dikatakan lingkungan sekitar Anda. Di sisi lain, otak juga akan kesulitan mengingat apa yang didengar. Jadi, sebaiknya tidak memutar volume lebih dari 60 persen.
Terlalu sering berada di tempat gelap
Berada di tempat gelap seringkali mengundang depresi yang menyebabkan kerusakan otak. Selain itu, tempat gelap merangsang otak untuk terus tidur. Bila dibiarkan, otak akhirnya menjadi tidak produktif dan menjadi lambat. Pastikan untuk tetatp beraktivitas di ruang terbuka dan terkena sinar matahari.
Penulis: Kornelia Midun





