Tega, Bayi Perempuan Dibuang Tanpa Pakaian di Kebun Kelurahan Sukun

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Sungguh tega, sesosok bayi perempuan ditemukan di sebuah kebun yang berada di Jalan Slamet Supriadi, Kelurahan Sukun pada Senin (19/10/2026). Ia ditemukan berada di dalam kardus tanpa mengenakan sehelai pakaian pun. Hanya selimut kecil yang menutupi tubuhnya. Temuan ini dilaporkan oleh pendengar Tanti Johan kepada City Guide FM pukul 06.14 WIB tadi.
“Ditemukan bayi dibuang di kebun daerah S Supriadi Gang 9 sehabis subuh, di wilayah RT 10 RW 04 Sukun. Sudah lapor ke ke kepolisian terdekat dan bayi sudah diberi perawatan oleh warga,” lapor Tanti dengan menyertakan video.
Atas temuan ini, gatekeeper Radio City Guide FM langsung mengonfirmasikan laporan tersebut ke Kapolsek Sukun AKP Alamsyah Nugraha. Ia mengatakan bayi pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga bernama Harianto yang rumahnya berdekatan dengan kebun tempat bayi itu dibuang.
“Saat itu ia mendengar ada tangisan bayi. Lalu ia mencari sumber suara dan mendapati ada bayi perempuan di dalam kardus dengan kain putih,” jelas AKP Alamsyah.
Baca juga:
Dua Pelaku Pembuangan Bayi di Klojen, Kota Malang Ditangkap
Tidak ada surat atau pun identitas yang melekat pada tubuh bayi mungil ini. Warga setempat pun langsung berinisiatif memberikan pakaian dan susu. Untungnya, kata Alamsyah bayi perempuan itu dalam kondisi sehat dan stabil. Untuk mengecek kondisi kesehatannnya secara menyeluruh, pihaknya telah membawa bayi tersebut ke RSUD dr Saiful Anwar.
Selanjutnya, pihaknya mulai menyelidiki siapa orang tua bayi yang tega menelantarkan buah hatinya begitu saja lewat rekaman CCTV di sekitar lokasi. Termasuk menggali informasi dari warga setempat.
Terpisah, Ketua RT 10 RW 04 Kelurahan Sukun Toni Setyo Budi mengatakan bahwa bayi itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 04.30 WIB. Sayup-sayup Haryanto mendengar suara tangisan bayi yang terdengar sesekali, kemudian berhenti.

“Setelah subuh, dia mendengar suara tangisan bayi, tetapi tidak terus-menerus. Kadang menangis, kemudian berhenti. Sekitar pukul 04.30 WIB, dia keluar mencari sumber suara karena tangisan itu terdengar lagi, tetapi tidak melihat siapa pun,” kata Toni.
Setelah mencari sumber suara, Haryanto melihat sebuah kardus kecil dengan kondisi tertutup di sebelah kiri rumahnya. Tepatnya di area pekarangan yang berbatasan dengan lahan persawahan yang sudah tidak digunakan.
Haryanto kemudian memberanikan diri membuka kardus tersebut. Betapa terkejutnya ia melihat ada bayi yang terlihat lemas di dalamnya. Namun, karena tidak berani mengangkat bayi itu sendirian, ia segera menghubungi Toni.
“Bayinya tidak memakai baju, hanya ada selimut kecil di dekat kepalanya. Posisinya tengkurap di dalam kardus. Ada juga sebotol susu yang masih penuh,” ungkapnya.
Warga kemudian mengevakuasi bayi tersebut dan meminta bantuan bidan setempat.
“Setelah dibersihkan oleh bidan, susunya diminumkan dan hampir habis. Kemungkinan bayi itu lapar,” ujar Toni.
Berdasarkan perkiraan bidan yang membantu penanganan awal, bayi tersebut berusia sekitar lima hari. Sekitar pukul 06.00 WIB, bayi diserahkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan medis ke RSUD dr Saiful Anwar Malang.
Editor: Intan Refa





