Karhutla Melanda Tahura Raden Soerjo, Pendakian Ditutup

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup total mulai Rabu (19/8/2026). Setelah muncul titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo sehari sebelumnya. Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan penutupan pendakian ini untuk memudahkan proses penanganan karhutla oleh tim gabungan di lapangan.
“Mulai 19 Agustus 2026 seluruh aktivitas pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Prioritas utama kami adalah keselamatan pengunjung dan pemulihan ekosistem hutan,” ujar Agustiningtyas dalam keterangan tertulis.
Bagi pendaki yang telah membeli tiket masuk sebelum penutupan, pihaknya menyiapkan mekanisme reschedule atau penjadwalan ulang melalui WhatsApp Admin 085156579564. Serta melampirkan nomor invoice serta tanggal pendakian baru.
Baca juga:
Waspada Kebakaran Memasuki Musim Kemarau
Tiket hasil penjadwalan ulang dapat digunakan hingga satu tahun sejak tanggal pembukaan kembali jalur pendakian. Penggunaannya tetap menyesuaikan dengan ketersediaan kuota pendakian setiap hari.
UPT Tahura Raden Soerjo juga mengimbau masyarakat dan calon pendaki tidak memaksakan diri menerobos kawasan. Pihaknya akan mengumumkan terkait kondisi kawasan dan pembukaan kembali jalur pendakian melalui kanal resmi media sosial UPT Tahura Raden Soerjo.
Muncul titik api baru di Tahura Raden Soerjo
Titik api baru terdeteksi di Blok Sawahan, Gunung Anjasmoro, pada Kamis (20/8/2026) sore. Meskipun secara administratif berada di wilayah Resort 06 Kabupaten Mojokerto, kawasan itu masih satu ekosistem dengan deretan Pegunungan Arjuno-Welirang yang beririsan langsung dengan Kota Batu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyatakan tim gabungan telah berhasil mengendalikan amukan si jago merah. Ia memperkirakan, vegetasi hutan yang terdampak mencapai 2,5 hektar.
Baca juga:
Hari ke 10 Kebakaran Gunung Arjuno, 3.400 Ha Vegetasi Musnah
“Kejadian tadi pukul 15.00 WIB. Turun di lapangan kurang lebih jam 5 sore. Sekitar pukul 21.00 WIB, alhamdulillah api sudah padam. Total memakan waktu sekitar empat jam,” ujar Khakim, Kamis malam (20/8/2026).
Khakim merinci, sebanyak 14 personel tim gabungan turun ke titik lokasi. Pemadaman dilakukan secara manual dengan melibatkan unsur BPBD, petugas Tahura Raden Soerjo, TNI/Polri, Perangkat Desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan.
“Saat ini 14 personel masih melakukan penyisiran di lokasi. Untuk titik kebakaran ini memang bukan jalur pendakian, dan alhamdulillah selama seminggu ini hanya ada satu titik api ini saja,” tegasnya.
Munculnya titik api baru ini menjadi alarm kewaspadaan bagi seluruh pihak. Terlebih ancaman kekeringan di wilayah batu dan sekitarnya masih mengintai sampai beberapa waktu kedepan.
Editor: Intan Refa





