Spirit Peringatan Kemerdekaan RI ke-81 di Malang Raya

CITY GUIDE FM, MALANG RAYA – Momen upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-81 tahun berbarengan dengan sejumlah bencana di Indonesia. Mulai dari kebakaran di Bromo, erupsi Gunung Anak Krakatau dan juga gempa bumi di Flores, NTT yang menimbulkan puluhan korban tewas.
Duka untuk Flores, NTT
Saat pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Batu, Wali Kota Batu Nurochman mengajak seluruh tamu undangan, jajaran Forkopimda, serta orang tua anggota Paskibraka mengheningkan cipta untuk korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Semoga saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang sedang menghadapi musibah gempa bumi diberikan kekuatan, ketabahan, dan keselamatan, serta proses evakuasi dapat berjalan lancar,” tutur Nurochman di Balai Kota Among Tani, Sabtu malam (15/8/2026).
Suasana khidmat kemudian menyelimuti Gedung Graha Pancasila. Usai mengheningkan cipta, Nurochman kemudian mengukuhkan 72 pelajar SMA dan sederajat sebagai anggota Paskibraka Kota Batu 2026. Mereka akan bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT RI ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
“Ketika Sang Merah Putih berada di tangan kalian, ingatlah bahwa di sana melekat kehormatan bangsa. Di dalamnya terdapat sejarah perjuangan, pengorbanan pahlawan, serta persatuan Indonesia. Kibarkan dengan disiplin dalam gerakan, khidmat dalam sikap, dan cinta di dalam hati,” pesannya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Nazaruddin Malik tampil dengan pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT) saat upacara Hari Kemerdekaan, Senin (17/8/2026). Busana tersebut sekaligus menjadi simbol solidaritas kepada masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
“Saya menghaturkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan menyiapkan segala keperluan untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Flores,” kata Nazaruddin dalam sambutannya.
Upacara Peringatan Kemerdekaan di SLBN Bumiaji

Suasana penuh semangat dan haru mewarnai upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Bumiaji Kota Batu, Senin (17/8/2026). Antusiasme para murid berkebutuhan khusus terlihat sepanjang pelaksanaan upacara hingga selesai. Mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, ikrar pelajar, menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan, hingga amanat pembina upacara yang disampaikan Kepala SLBN Kota Batu, Siti Muawanah.
Sikap hormat dan semangat para murid saat mengikuti pengibaran bendera turut menciptakan suasana menjadi haru. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, petugas upacara kali ini melibatkan para murid dengan pendampingan wali murid, guru, dan komite sekolah.
“Kita berusaha menularkan semangat juang agar mereka semangat belajar sehingga mampu membahagiakan keluarga,” kata Kepala SLBN Kota Batu Siti Muawanah.
Selain upacara, SLBN Bumiaji sebelumnya juga menggelar berbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Seperti lomba makan kerupuk, balap karung, hingga menghias kelas dengan nuansa kemerdekaan. Orang tua murid pun juga ikut terlibat dalam lomba.
“Lomba-lomba itu bukan sekadar hiburan. Lewat kegiatan ini anak-anak belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan arti perjuangan,” jelas Muawanah.
Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat membantu para murid mengenal sejarah bangsa sekaligus menumbuhkan semangat untuk meraih cita-cita melalui bidang masing-masing.
Barikan Anak Nasional ke-5 di Kota Malang

Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Kota Malang menggelar Barikan Anak Nusantara yang menghadirkan 350 anak dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP untuk mempersembahkan kreativitasnya di Alun-Alun Merdeka, Minggu (16/8/2026). Berbagai pertunjukan budaya tampil di sana, mulai dari atraksi barongsai, pentas seni, hingga paduan suara lintas agama.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat hadir bersama Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta para tokoh agama.
“Barikan Anak Nusantara bukan sekadar ungkapan rasa syukur menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi upaya mengenalkan, merawat, dan melestarikan tradisi sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” ujar Wahyu.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan arti hidup berdampingan, saling menghargai, serta menjaga persatuan di tengah perbedaan. Wahyu berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam Barikan Anak Nusantara menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Malang.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FKAUB Kota Malang Pdt David Tobing mengatakan Barikan Anak Nusantara rutin diselenggarakan sejak 2022. Tahun ini pihaknya mengusung tema “Menyemai Toleransi, Menyemangati Rasa Nasionalisme Sejak Usia Dini”.
“Kami ingin anak-anak bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama. Mereka memimpin doa, bernyanyi bersama, dan mengikrarkan komitmen sebagai generasi yang mencintai Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran enam agama dan satu kepercayaan menjadi cerminan nyata wajah Indonesia yang majemuk. FKAUB Kota Malang juga menjadi forum yang mengakomodasi para penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai bagian dari keberagaman bangsa.
Ia menilai respons masyarakat terhadap kegiatan ini selalu positif. Oleh karena itu, ruang bagi anak-anak untuk berperan aktif dalam kegiatan lintas agama sangat penting agar mereka tumbuh sebagai generasi yang toleran, nasionalis, dan mampu menjaga persatuan Indonesia.
Reporter: Heri Prasetyo, Asrur Rodzi
Editor: Intan Refa





