Kawan Animalia

Selamat Ulang Tahun Rabies ke-142

Kawan Animalia edisi 3 Oktober 2026, "Selamat Ulang Tahun Rabies ke-142"
Kawan Animalia edisi 3 Oktober 2026, “Selamat Ulang Tahun Rabies ke-142”

CITY GUIDE FM, ANIMALIA – Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada 28 September, menjadi momen refleksi penanganan rabies di Indonesia, khususnya di Malang Raya. Founder Satwa Sehat Indonesia drh Albiruni Haryo MSc APVet berpendapat rabies masih menjadi ancaman fatal di Indonesia. Padahal, virus ini telah diketahui sejak tahun 1800-an dan cara pencegahannya pun jelas.

Ia menyayangkan kebijakan pemerintah yang terus mengundur target bebas rabies, dari semula tahun 2020 menjadi 2029 atau 2030. Albi khawatir jika target itu kemudian mundur lagi hingga tahun 2045.

“Per hari ini pun juga mayoritas provinsi di Indonesia itu masih positif. Per bulan ini virus rabies itu masih ditemukan di banyak wilayah di Indonesia. Bahkan kasusnya pun juga masih menjangkiti dan mengancam nyawa manusianya. Bahkan ada korbannya,” kata drh Albi.

Simak di sini:

Kendati Malang Raya atau pun Jawa Timur masih tergolong negatif rabies, drh Albi mengingatkan pemerintah untuk tidak terlena. Risiko akan tetap tinggi seiring dengan meningkatnya populasi hewan peliharaan. Interaksi lekat dengan hewan peliharaan juga akan meningkatkan potensi menularkan virus ini ke manusia.

“Malang yang saya tahu, masih negatif. Saya tidak tahu itu update-nya dari pemerintah. Heeh. Cuma namanya penyakit ini kan perlu surveilance ya, maka perlu update data terus-menerus. Itu yang kemudian masih belum cukup transparan menurut saya. Nah, jangan sampai temuan itu hanya muncul saat ada kasus,” kata drh Albi.

Baca juga:

Musim Pancaroba, Kapan Harus Khawatirkan Kesehatan Hewan?

Ia menjelaskan virus rabies yang umum di Indonesia ditularkan oleh anjing, kucing, kera dan kelelawar. Walaupun memang, virus ini lebih banyak “bermukim” di tubuh anjing melalui air liurnya.

Gejala hewan yang terpapar Lyssavirus, akan mengalami kerusakan saraf optik yang membuatnya takut terhadap cahaya terang. Selain itu, ia akan tampak linglung dan menggigit siapa saja yang ada di dekatnya.

Lalu ketika menular ke manusia, virus ini akan menyerang sistem saraf pusat lewat gigitan atau luka. Jika seseorang terkena gigitan hewan yang terindikasi rabies, drh Albi mengingatkan agar tidak mengandalkan pertolongan tradisional. Pasien harus segera mendapatkan penanganan medis dan protokol vaksin atau serum anti rabies sebelum menunjukkan gejala fatal yaitu hidrofobia atau takut terhadap air.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x