Program Seribu Event Disebut Gerakkan Ekonomi Kota Malang

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Malang dengan para pelaku industri dan komunitas pariwisata, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut perkembangan sektor pariwisata hingga Juni 2026 menunjukkan tren yang signifikan. Ia mengklaim geliat positif ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem wisata.
“Efeknya sudah dirasakan masyarakat Kota Malang, termasuk pengusaha hotel, transportasi, UMKM, restoran dan sektor pendukung lainnya. Ini menunjukkan bahwa pariwisata menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujar Wahyu dalam Temu Mitra Pariwisata Kota Malang, Selasa (14/7/2026).
Wahyu mengajak seluruh masyarakat ikut merawat iklim pariwisata agar kunjungan ke Kota Malang terus meningkat yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu strategi utamanya adalah program unggulan Seribu Event. Menurutnya, program tersebut berhasil menciptakan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian daerah.
“Kami memberikan kemudahan kepada penyelenggara kegiatan agar mau datang ke Kota Malang. Mulai dari perizinan hingga dukungan lintas OPD dan pihak keamanan kami percepat dan permudah,” katanya.
Baca juga:
Seribu Atlet Porprov IX Jatim Kota Malang Bersiap Tanding
Kemudahan tersebut membuat Kota Malang semakin diminati sebagai lokasi berbagai kegiatan berskala lokal hingga nasional. Bahkan, menurut Wahyu, hampir setiap pekan terdapat event di Kota Malang.
Event olahraga atau sport tourism menjadi sektor yang paling dominan. Selain mengikuti kompetisi atau turnamen, para peserta dan pendamping biasanya turut mengunjungi destinasi wisata, kampung tematik, pusat kuliner, hingga berburu oleh-oleh khas Malang.
“Mereka datang tidak hanya untuk kegiatan utamanya, tetapi juga menikmati wisata, kuliner, dan produk UMKM Kota Malang. Ini yang menciptakan dampak ekonomi bagi banyak sektor,” ujarnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang Baihaqi mengatakan program seribu event terbukti menjadi mesin penggerak industri pariwisata daerah.
“Seribu event ini menjadi daya tarik sekaligus pendongkrak bagi pelaku industri pariwisata di Kota Malang. Baik hotel, restoran, UMKM maupun sektor pendukung lainnya,” kata Baihaqi.
Ia menjelaskan sebagian besar event yang digelar di Kota Malang berasal dari sektor olahraga dengan skala regional, nasional hingga internasional. Menurutnya, faktor kemudahan perizinan, aksesibilitas, fasilitas penginapan, serta dukungan pemerintah menjadi alasan utama penyelenggara memilih Kota Malang.
“Mayoritas memang event olahraga. Mereka merasa nyaman karena dukungan pemerintah sangat kuat dan seluruh OPD ikut berkontribusi menyukseskan kegiatan,” ujarnya.
Dampak ekonomi dari geliat event tersebut terlihat dari realisasi pendapatan sektor pendukung pariwisata pada 2025 yang mencapai sekitar Rp369 miliar. Angka tersebut berasal dari pajak hotel, restoran, reklame, serta sektor makanan dan minuman.
“Ini adalah angka realisasi, bukan target. Bahkan ada beberapa sektor seperti pajak hotel yang realisasinya melampaui target,” kata Baihaqi.
Di sisi lain, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang terus meningkat. Dalam lima bulan pertama tahun ini, jumlah kunjungan tercatat telah mencapai 1,4 juta wisatawan dengan target 3,4 juta kunjungan hingga akhir tahun.
Baihaqi optimistis target tersebut dapat terlampaui mengingat tren kunjungan biasanya meningkat menjelang akhir tahun, terutama pada periode libur sekolah dan libur panjang. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Malang tercatat mencapai sekitar 17 ribu orang.
Editor: Intan Refa





