Pasangan di Malang Ini Akhirnya Tak Lagi Tinggal di Balik Spanduk

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Selama bertahun-tahun, Adhi Darma Sisworo dan Hanim Ainun Jariyah tinggal di rumah yang berdinding spanduk bekas dan anyaman bambu (gedek). Dapur, kamar tidur, hingga kamar mandi hanya disekat dengan material seadanya.
“Saat itu memang tidak layak. Dapur sama kamar jadi satu. Dindingnya pakai banner dan bambu,” kenang Hanim, Jumat (26/6/2026).
Rumah tersebut merupakan bagian dari rumah orang tua yang dibagi untuk tiga bersaudara. Keterbatasan ekonomi membuat Adhi dan Hanim tak pernah mampu memperbaiki bagian rumah yang mereka tempati.
“Kami benar-benar mulai dari nol. Kamar, dapur, sampai kamar mandi pakai penutup banner dan bambu. Listrik belum punya sambungan sendiri, PDAM juga belum jelas,” kata Adhi.
Kondisi ekonomi keluarganya semakin memburuk setelah Adhi kehilangan pekerjaannya pada Oktober 2025. Setelah 20 tahun bekerja sebagai tenaga pengamanan di sebuah perusahaan, kontraknya tidak diperpanjang karena faktor usia.
Selama delapan bulan terakhir, Adhi belum mendapatkan pekerjaan tetap. Ia hanya membantu aktivitas istrinya yang masih aktif sebagai pembina Pramuka sembari mencari sumber penghasilan baru.
Perubahan baru datang setelah rumah mereka menjadi salah satu penerima program renovasi rumah tidak layak huni. Dalam 11 hari pengerjaan, rumah yang sebelumnya berdinding spanduk dan bambu berubah menjadi bangunan permanen.

Kini, rumah tersebut telah memiliki ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi dengan dinding bata yang lebih aman dan layak.
“Kami bersyukur akhirnya bisa menempati rumah yang lebih layak,” ungkap Adhi.
Menurut Wakil Ketua Pembina Anggota Muda Kwarda Pramuka Jawa Timur Arumi Bachsin menjelaskan rumah Adhi termasuk kategori kerusakan berat karena tidak memiliki struktur bangunan yang memadai.
“Ada pasangan bata, tetapi tidak ada strukturnya. Jadi tidak bisa hanya diperbaiki sebagian, melainkan harus dibangun ulang fondasinya,” katanya.
Program renovasi tersebut merupakan kolaborasi antara Kwarda Pramuka Jawa Timur dengan Kwarcab Kota Malang. Di Kota Malang terdapat empat rumah yang menjadi sasaran. Dua di antaranya telah selesai direnovasi, sedangkan dua lainnya masih dalam proses.
Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda Perkemahan Wirakarya yang melibatkan Pramuka penegak. Sentuhan langsung ke masyarakat menjadi pelajaran bahwa kepedulian dan kesetiakawanan sosial harus ditanamkan sejak muda.
“Penerima di Sukun dan Tasikmadu adalah warga umum. Tidak ada ketentuan harus Pramuka. Yang penting verifikasi ketat agar tepat sasaran bukan rumah kedua atau aset investasi,” ujar Ginanjar.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengucapkan terimakasih atas kolaborasi berbagai pihak untuk penanganan rumah tidak layak huni di Kota Malang.
Editor: Intan Refa




