Galeri City Guide FM

Kenali Ciri Keaslian Rupiahmu, Cegah Peredaran Uang Palsu

Galery City Guide edisi 10 Juli 2026,"Cegah Peredaran Uang Palsu, Kenali Keaslian Rupiahmu"
Galery City Guide edisi 10 Juli 2026,”Kenali Ciri Keaslian Rupiahmu, Cegah Peredaran Uang Palsu”

CITY GUIDE FM, GALERY – Peredaran uang palsu sampai saat ini masih menjadi ancaman karena cara pemalsuannya pun terus berkembang. Khususnya di teknologi percetakannya. Bahkan, pembuatan uang palsu dibuat semirip mungkin dengan ciri uang asli, sampai-sampai masyarakat kesulitan mengenali perbedaannya.

Selain merugikan individu, peredaran uang palsu secara luas dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap rupiah dan mengganggu stabilitas ekonomi. Biasanya kelompok yang paling rentan adalah pedagang pasar, pelaku UMKM, kasir dan masyarakat yang masih melakukan transaksi tunai.

Pelaku biasanya mengedarkan uang palsu di tempat yang minim pencahayaan. Seperti pasar atau pusat perbelanjaan. Mereka memanfaatkan transaksi yang berlangsung cepat sehingga pedagang atau pembeli tidak sempat memeriksa uang yang mereka terima.

Baca juga:

Polresta Malang Kota Selidiki Peredaran Uang Palsu Nyaris Rp100 Juta

“Modusnya mereka biasanya menyisipkan uang-uang di tempat keramaian. Seperti pasar, pusat perbelanjaan atau kegiatan yang banyak melibatkan transaksi tunai,” terang Pelaksana Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Malang Yopi Iswanto.

Cara mengenali uang Rupiah asli

Metode untuk mendeteksi keaslian uang rupiah antara lain dengan cara 3D. Pertama adalah Dilihat. Perhatikan warna uang yang tajam, benang pengaman, tinta yang berubah warna (optically variable ink) dan beberapa unsur pengaman lainnya.

Kedua, Diraba. Rasakan tekstur kasar pada angka nominal, tulisan Bank Indonesia, gambar pahlawan dan tanda khusus bagi penyandang tuna netra (blind code). Ketiga adalah Diterawang. Lihat watermark bergambar pahlawan, electrotype sesuai nominal uang, serta logo Bank Indonesia yang terbentuk melalui fitur recto verso ketika diterawang ke arah cahaya.

Selain itu, ada sedikit perbedaan pada uang Rupiah keluaran atau emisi tahun 2022. Ada peningkatan pada teknologi fitur pengaman dan kualitas bahan uang. Kemudian, ukuran setiap pecahan memiliki selisih sekitar 2 mm untuk memudahkan membedakan nominal uang.

“Sebenarnya kita mengakomodir anggapan masyarakat kalau uang yang besar (seratusan) berarti ukurannya paling besar. Seperti itu terus mengecil (ukurannya) sampai pecahan seribu,” jelas Pelaksana Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Malang Heru Cahyono.

Jika masyarakat menemukan uang palsu

Jangan panik jika Anda ternyata mendapatkan uang palsu usai bertransaksi. Bawalah uang yang diduga palsu itu ke Bank Indonesia, bank umum atau kepolisian untuk klarifikasi. Jika dalam pemeriksaan menunjukkan uang itu asli, maka uang tersebut akan kembali ke pemiliknya. Dalam hal ini, hanya Bank Indonesia yang berhak menyatakan keaslian uang.

Sebaliknya, jika itu ternyata palsu maka uang tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Pelaku pengedar uang palsu secara nyata telah melanggar Undang-undang No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

Pelaku dapat dikenai pidana hingga belasan tahun dan denda. Untuk itu sebagai bagian dari keamanan transaksi, Bank Indonesia telah mengembangkan inovasi pembayaran digital seperti QRIS maupun QRIS Tap berbasis NFC.

Simak di sini:

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x