Kantor Desa Beji Pindah, Bangunan Lama Disulap Jadi Mall UMKM

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo telah memindahkan pusat pelayanan masyarakat ke kantor Desa Beji yang baru di Jalan Sawahan Bawah RT 04/RW 05 sejak satu bulan yang lalu. Kepala Desa Beji Deni Cahyono mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah desa mengevaluasi kondisi kantor lama di Jalan Ir Soekarno.
“Kantor kita yang lama itu luasannya sangat terbatas. Ketika ada kegiatan rapat koordinasi RT, RW, maupun pertemuan kelembagaan desa lainnya, kendaraan yang parkir sering kali meluber hingga memakan bahu jalan,” ujar Deni.
Sehingga dampaknya kerap menimbulkan kepadatan lalu lintas di Jalan Ir Soekarno yang merupakan jalur utama menuju Kota Batu. Terutama saat akhir pekan maupun musim liburan. Karena itu sejak awal menjabat, Deni berupaya mencari lokasi yang lebih representatif dan nyaman untuk menjadi pusat pelayanan masyarakat.
Di kantor yang baru, lahannya memang lebih luas sehingga dapat menampung berbagai kegiatan masyarakat tanpa mengganggu arus lalu lintas. Area parkir juga lebih memadai yang mampu meningkatkan kenyamanan warga saat mengurus berbagai keperluan administrasi.
“Kami ingin masyarakat memiliki tempat yang lapang dan nyaman untuk kegiatan apa pun. Fasilitas di kantor baru ini kami rancang agar lebih inklusif dan akomodatif bagi seluruh warga Beji,” pungkas Deni.
Eks Kantor Desa Beji akan bertransformasi jadi Mall UMKM Tempe

Setelah kantor pelayanan Desa Beji pindah, bangunan eks kantor desa sebelumnya akan tetap difungsikan sebagai Mall UMKM sekaligus pusat oleh-oleh. Harapannya langkah ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan memaksimalkan potensi produk unggulan desa.
Deni mengatakan lokasi bekas kantor desa yang berada di jalur utama menuju kawasan wisata Kota Batu cukup strategis untuk memasarkan produk-produk UMKM kepada wisatawan. Nantinya, pusat oleh-oleh tersebut akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan fokus mengangkat berbagai produk olahan tempe yang menjadi ciri khas Desa Beji.
“Selama ini warga hanya mengenal keripik tempe. Padahal ibu-ibu PKK Desa Beji sudah berhasil mengembangkan inovasi lain seperti pia tempe, stik tempe, hingga brownies tempe,” ujar Deni.
Selain itu, pemerintah desa juga akan melibatkan Karang Taruna dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk memperkuat promosi melalui pemasaran digital. Melalui Mall UMKM tersebut, Pemerintah Desa Beji berharap para pelaku usaha tidak hanya mengandalkan penjualan tempe segar maupun keripik tempe. Tetapi juga mampu mengembangkan berbagai produk olahan bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar oleh-oleh.
Editor: Intan Refa





