Budaya dan Pariwisata

Dominasi Gen Z Padati Festival Malang Tempo Doeloe

Galery Bangho di Malang Tempo Doeloe.(Foto: Heri Prasetyo)
Galery Bangho di Malang Tempo Doeloe.(Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Gen Z mendominasi kunjungan ke Festival Malang Tempo Doeloe (MTD) 2026 yang berlangsung di Taman Krida Budaya, Kota Malang. Antusiasme anak muda terlihat dari padatnya sejumlah stan. Terutama Galery Bangho yang setiap hari dipenuhi antrean pengunjung untuk melihat koleksi benda antik sekaligus berfoto dengan latar bernuansa kolonial.

Mereka rela menunggu hingga puluhan menit untuk memasuki stan yang menghadirkan koleksi barang antik asli yang berusia lebih dari satu abad. Galery Bangho menampilkan sejumlah koleksi bersejarah. Antara lain Gramaphon Thorens produksi Swiss tahun 1922, Gramaphon Tropical era 1919, Radio Telefunken buatan Jerman tahun 1951, Radio Philips Guitar produksi Belanda tahun 1952, serta berbagai radio tabung langka lainnya.

Seluruh koleksi tersebut berpadu dengan dekorasi bergaya bangunan kolonial yang menghadirkan suasana khas masa lampau. Salah seorang pengunjung asal Bandung, Rani mengaku rela mengantre sekitar 30 menit untuk menikmati suasana di dalam stan.

Baca juga:

Hanya Sampai Akhir April, 4 Pasar Ini Geber Festival Jajanan Pasar

“Rasanya seperti kembali ke tahun 1950-an. Dekornya sangat detail dan membuat suasananya terasa nyata,” katanya.

Festival yang digelar pada 30 Juni hingga 5 Juli 2026 itu tidak hanya menarik minat masyarakat Malang Raya. Tetapi juga pengunjung dari berbagai daerah seperti Solo, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta. Miss Cultural Junior Indonesia 2025 sekaligus Putri Kebudayaan Jawa Timur Shinta Prameswari menilai festival ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan sejarah dan budaya kepada generasi muda.

“Tanggapannya sangat luar biasa. Festival ini bisa memperkenalkan budaya zaman dahulu kepada anak remaja zaman sekarang yang mulai melupakan budayanya sendiri,” ujar Shinta.

Menurut dia, benda-benda antik yang dipamerkan bukan sekadar koleksi. Tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda.

“Dari barang-barang zaman dahulu pun kita bisa mengambil pelajaran,” tandasnya.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x