Diskominfo Jatim X City Guide Luncurkan Program “Cek Dulu”

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur menggandeng Radio City Guide FM untuk memberantas berita hoax yang berseliweran di media sosial lewat kanal “Cek Dulu”. Direktur Radio City Guide FM Eko Setyawan menjelaskan program Cek Dulu merupakan kanal verifikasi pesan atau berita yang beredar yang diragukan kebenarannya.
“Jadi bagi kami di City Guide FM ini ketika Dinas Kominfo Jatim membuka ruang kolaborasi, yang ingin kami kontribusikan sebenarnya bukan sekadar ruang siaran. Tapi kami ingin menjadi jembatan antara informasi milik pemerintah dengan masyarakat, yang setiap hari menerima begitu banyak informasi,” jelas Eko.
Di tengah derasnya arus informasi ini, tantangannya adalah bagaimana informasi yang diterima masyarakat itu dapat dipahami dan menjadi pengetahuan yang bermanfaat. Program Cek Dulu akan menghadirkan tim dari Klinik Hoax Diskominfo Jawa Timur yang dikemas dengan gaya bahasa yang ringan, interaktif dan mudah dipahami.
Simak di sini:
Terlebih, Radio City Guide FM memiliki kanal digital meliputi visual radio, streaming, podcast, media sosial dan website yang mampu menjangkau audiens yang lebih luas. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dwi Agustin mengungkapkan radio ini merupakan media yang cukup unik karena pendengar bisa menyimak informasi sambil beraktivitas.
“Informasi hoax maupun disinformasi menurut kami cukup mengkhawatirkan, seperti fenomena gunung es. Tidak semuanya mau melapor gitu ya. Karena, satu, tidak tahu apakah ada kanal untuk melapor. Yang kedua, ah sudahlah percaya saja begitu ya. Nah, keingintahuan orang untuk mengecek berita ini benar, itu yang harus kita bangkitkan. Saya yakin City Guide bisa menjadi partner kami dalam menangkal hoax,” terang Sherlita.
Baca juga:
Radio, Bukan Hanya Sekedar Didengar Tapi Juga Edukasi
Ia juga memaparkan data dari Klinik Hoax. Pada tahun 2025, ada 1.328 informasi yang masuk dan 1.180 di antaranya terkonfirmasi hoax atau nyaris 80 persen. Lalu pada tahun ini, ada 929 informasi yang masuk dan 842 di antaranya terkonfirmasi hoax atau sekitar 90 persen. Berdasarkan data ini, tentu informasi palsu bukan persoalan kecil.
Apalagi teknologi deepfake AI makin mengaburkan kebenaran informasi karena tampak meyakinkan. Oleh karena itu, Analis Cek Fakta Klinik Hoax Dedi Adi Kusuma memberikan metode sederhana mengecek kebenaran informasi yaitu Berhenti, Periksa, Putuskan.
“Ya, berhenti itu jangan langsung membagikan berita yang kita dapat. Yang kedua periksa di mana sumber dan konteks informasinya, siapa yang pertama kali menyampaikan dan juga kapan pembuatan informasi itu. Kemudian yang ketiga baru kita memutuskan yaitu membandingkan dengan sumber lain yang kredibel dan resmi. Mungkin tiga langkah sederhana itu bisa membantu menghindari keputusan yang terburu-buru,” kata Dedi.
Maka Program Cek Dulu ini membawa pesan kuat “berhenti di kamu”. Jika menerima informasi yang diduga hoax, jangan langsung menyebarkannya. Gunakan kanal Cek Dulu atau Klinik Hoax untuk mengklarifikasi kebenaran informasi. Program ini juga sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat agar berpikir kritis terhadap isu yang beredar.





