Dekopinda Kota Batu Bakal Berkantor di Gedung PLUT

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Kantor operasional Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Batu akan berpindah satu atap dengan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Batu, Jalan Abdul Gani Atas. Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu Dian Fachroni mengungkapkan bahwa rencana ini muncul sebagai tindak lanjut dari koordinasi dengan jajaran pengurus Dekopinda setelah pengukuhan.
Sebelumnya sejak tahun 2022 kantor Dekopinda Kota Batu berada di Jalan Kartini No 10, Kelurahan Ngaglik. Satu atap dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batu.
“Dekopinda itu memang secara wujud memang harus tampil secara fisiknya. Rekan-rekan dari Dekopinda bermohon untuk apakah memungkinkan pemerintah kota memberikan fasilitas berupa kantor sekretariat. Ini adalah langkah awal yang sangat penting bagi penguatan organisasi mereka,” ujar Dian, Senin (13/4/2026).
Baca juga:
Plastik Mahal, Strategi Bertahan di Tengah Kenaikan Bahan Baku
Merespons permohonan tersebut, pihaknya memberikan tawaran dengan memanfaatkan fasilitas PLUT. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Dian menjelaskan bahwa PLUT dirancang untuk menjadi hub atau pusat integrasi berbagai kegiatan ekonomi produktif. Mulai dari pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga pengembangan koperasi.
“Kami menawarkan untuk di PLUT supaya jadi hub untuk apapun. Termasuk dengan pemberdayaan UMKM, koperasi, dan lain sebagainya, semua akan terpusat di sana. Kita ingin semua elemen pendukung ekonomi kerakyatan berada dalam satu ekosistem yang saling terkoneksi,” tambahnya.
Realisasi perpindahan kantor sekretariat ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Integrasi ini memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang lebih cepat, pelatihan yang lebih intensif, serta pendampingan koperasi yang lebih terukur.
Dian Fachroni menegaskan dengan adanya pusat koordinasi di PLUT, harapannya program-program pemberdayaan ekonomi dapat terealisasi dengan lebih efisien tanpa terkendala masalah birokrasi dan jarak komunikasi.
Editor: Intan Refa




