Pemerintahan

Kwarda Pramuka Jatim Bedah Rumah Tukang Cukur di Tasikmadu

Rumah milik Ahmad Fathul Aziz yang menjadi objek bedah rumah. (Foto: Heri Prasetyo)
Rumah milik Ahmad Fathul Aziz yang menjadi objek bedah rumah. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Sebuah rumah berukuran 3X10 meter di Kelurahan Tasikmadu, Lowokwaru yang dihuni Ahmad Fathul Aziz tampak memprihatinkan. Sekilas rumah kecil itu sudah tampak keropos di berbagai sisi, minim ventilasi yang membuat hawa rumah terasa pengap. Cat rumahnya juga sudah luntur.

Selama 8 tahun lamanya, Ahmad tinggal di sana tanpa pernah melakukan renovasi. Upahnya sebagai pemangkas rambut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan utamanya.

Beruntung, karena kondisinya kurang layak itulah, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Malang memasukkan rumah ini dalam program bedah rumah melalui kegiatan Perkemahan Wirakarya.

“Alhamdulillah senang sekali. Saya sampai nangis. Terima kasih banyak sebelumnya,” ujar Ahmad dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku bagian rumah yang paling mendesak untuk diperbaiki adalah bagian atap dan jendela yang memang sudah rusak.

“Belum mampu membeli atau memperbaiki. Penghasilan memang tidak cukup,” ungkapnya.

Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Mahsun Ismail menjelaskan program renovasi rumah tidak layak huni ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari Perkemahan Wirakarya yang bertujuan menanamkan kepedulian sosial kepada anggota Pramuka.

“Program ini sebenarnya sudah tahun kedua. Tahun pertama melibatkan seluruh kabupaten/kota, namun tahun ini karena keterbatasan anggaran hanya melibatkan empat kwartir cabang, yakni Kota Malang, Kota Kediri, Trenggalek, dan Magetan,” ujarnya.

Pada tahun sebelumnya, ia mengklaim telah merenovasi lebih dari 200 rumah melalui dukungan lintas kwartir cabang di Jawa Timur. Di Kota Malang sendiri, terdapat dua rumah yang akan direnovasi. Renovasi rumah Ahmad rencananya akan segera dimulai dengan anggaran Rp35 juta dan selesai akhir Juni ini.

Mahsun menjelaskan, anggota Pramuka tidak secara langsung melakukan pekerjaan konstruksi utama. Melainkan membantu aktivitas pendukung seperti mengangkut barang dan membantu proses pembongkaran ringan selama kegiatan berlangsung.

“Ini bagian dari implementasi nilai Pramuka, yakni menolong sesama dan ikut membangun masyarakat. Kami ingin adik-adik Pramuka lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar,” katanya.

Ketua Kwarcab Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo menyebut proses penentuan rumah penerima bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus wilayah, RT/RW, dan indikator kesejahteraan dari Kementerian Sosial.

“Ukuran utamanya adalah masyarakat yang masuk kategori membutuhkan, termasuk di bawah desil lima. Selain itu juga melihat kondisi lapangan dan memastikan belum tersentuh program bantuan lain,” pungkasnya.

Editor: Intan Refa

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x