Bijaklah Berbagi Informasi, Cerdas Lindungi Data Pribadi

CITY GUIDE FM, CEK DULU – Tidak semua informasi yang kita terima, itu bisa dipercaya. Apalagi jika informasi yang kita terima mengharuskan mengisi identitas, foto diri hingga kode OTP, maka kita sudah harus mulai waspada. Sebab, ada data pribadi kita yang harus terlindungi.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Tata Kelola Persandian dan Keamanan Informasi Aulia Bahar Permana menyebut penipu biasanya mengaku dari bank, instansi atau ekspedisi. Masalahnya, pelaku ini telah memegang beberapa data pribadi calon korbannya seperti nama dan alamat sehingga tampak meyakinkan.
“Nah, itu yang jadi tricky part-nya adalah mereka sudah mempunyai data pribadi kita. Jadi memang namanya itu adalah nama kita, alamatnya memang alamat kita. Yang perlu diperhatikan, harus dicek dulu dan jangan panik,” kata Aulia.
Simak di sini:
Contohnya, penipu biasanya memancing emosi calon korbannya dengan memberikan kabar anaknya kecelakaan, tertangkap polisi karena narkoba dan sejenisnya. Jika berada dalam situasi seperti ini, jangan panik dan klarifikasi atau cek di kepolisian setempat.
Ada juga modus penipuan dengan mengirimkan link atau tautan yang mengarah ke situs-situs tertentu. Maka yang perlu diperhatikan adalah domain situs yang biasanya dibuat mirip dengan aslinya. Biasanya domain resmi milik instansi pemerintah berakhiran go.id, ac.id atau co.id.
Sementara itu, Pandu Literasi Digital Kementerian Komdigi Diana Aziz mengatakan untuk mengecek kebenaran sebuah isu, yang paling utama adalah apakah ada kaitan atau dampak terhadap kita.
Baca juga:
Bawa Nama Pemerintah, Langsung Percaya? Cek Dulu!
“Jadi enggak perlu semua informasi itu dicari kebenarannya, selama dia tidak ada hubungannya dengan kita,” kata Diana.
Diana menyebut ada tiga cara mengecek kebenaran sebuah informasi yang disebut dengan 3C. Pertama, Cek Sumber dengan memeriksa keabsahan akun yang menyebarkan informasi. Kedua, Cek Kapan dan di Mana untuk memastikan tanggal, waktu dan lokasi untuk menghindari hoaks yang didaur ulang. Ketiga, Cek Sumber Lain seperti ke situs resmi atau pihak pengampu informasi tersebut.
Intinya, jangan sembarang mengisi atau memberikan data pribadi, termasuk password, PIN ataupun kode OTP. Diana mengatakan data pribadi yang telah bocor itu seperti kepingan puzzle. Penipu butuh kunci terakhir yaitu kode OTP untuk melengkapinya. Maka, jangan pernah memberikan kode OTP pada siapapun.


