Teknologi dan Otomotif

BI Malang Bekali Para Guru Berbagai Modus Penipuan Digital

Training of Trainers (ToT) Guru dan Kelas Duta PEKA. (Foto: Intan Refa)
Training of Trainers (ToT) Guru dan Kelas Duta PeKA. (Foto: Intan Refa)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Seiring dengan peningkatan pengguna maupun transaksi digital lewat QRIS yang melampaui 100 persen, maka edukasi terkait risiko dan perlindungan konsumen juga harus ditingkatkan. Masyarakat perlu tahu ragam modus penipuan yang paling sering terjadi saat bertransaksi digital.

Pada Jumat (31/7/2026), Bank Indonesia Malang mengundang para guru SMP dan SMA dari Kabupaten Malang untuk memahami modus-modus ini. Beberapa modus yang ditemukan antara lain fake customer service (CS) bank atau e-wallet, di mana penipu meminta kode OTP atau PIN milik pengguna dengan alasan upgrade, maintenance atau penonaktifan.

Lalu menimpa atau menempel stiker QRIS palsu di atas stiker yang asli, bukti transfer palsu lewat struk editan. Ada juga link refund palsu untuk mencuri kode OTP, atau tautan verifikasi palsu untuk mengambil alih akun marketplace. Serta invoice atau tagihan palsu dengan meminta pembayaran ke rekening lain dan pembajakan akun media sosial melalui iklan berbayar.

Baca juga:

Saatnya 7 Daerah Unjuk Gigi di Sapta Rona Pesona 2026

Asisten Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran (SP) dan Pengawasan SP-PUR Bank Indonesia (BI) Malang Tri Riasari mengatakan para guru harus teredukasi soal kewaspadaan dalam transaksi digital.

“Sehingga bapak ibu guru yang hadir di sini dapat meneruskan informasi ini ke anak didik, kerabat dan rekan-rekan se-lingkungannya, agar lebih waspada saat bertransaksi non tunai,” terang Ria.

Selain edukasi kepada para guru, pertemuan kali ini juga sekaligus menyeleksi Duta PeKA atau Peduli Kenali Amankan. Duta ini bertugas memperluas edukasi dan informasi seputar perlindungan konsumen kepada berbagai lapisan masyarakat.

Maka, Ria memberikan sejumlah tips untuk mencegah terjebak modus penipuan transaksi keuangan digital. Antara lain rahasiakan password, PIN dan kode OTP dari siapapun. Kalau perlu buat PIN atau password yang sulit. Kemudian, hindari klik file, link atau aplikasi secara sembarangan.

“Kalau ragu, stop dulu,” kata Ria.

Cek ulang siapa orang yang menghubungi, apakah itu nomor baru, lalu cek kanal resmi. Jangan mudah percaya link dari chat pribadi dan jaga kode OTP tetap rahasia.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x