BGN Tahan Operasional SPPG Baru di Pulau Jawa

CITY GUIDE FM, KOTA BATU — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan menunda operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di Jawa. Kepala BGN Sudaryono mengatakan masih mengevaluasi tata kelola program dan pengalihan prioritas pembangunan dapur baru ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Artinya, sebagian dapur yang telah memenuhi persyaratan, belum langsung mendapatkan kepastian untuk mulai beroperasi.
“Saya minta Bapak Ibu bersabar. Kita sedang sangat berhati-hati dalam meresmikan operasional dapur baru. Saat ini kita sedang membereskan tata kelola di masa transisi, sekaligus memprioritaskan yang di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) terlebih dahulu,” ujar Sudaryono saat Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 di Kota Batu.
Penataan tersebut salah satunya berdampak pada mitra yang telah menyiapkan fasilitas dapur secara mandiri. Salah satunya seorang petani asal Magelang Jawa Tengah, Ika yang mengaku dapur MBG miliknya belum beroperasi meski telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Baca juga:
BGN Akan Prioritaskan Pembangunan Dapur MBG di Daerah 3T
“Dapur saya belum running (beroperasi), Pak. Padahal sudah 100 persen (bersertifikat) SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), semua sudah sesuai prosedur. Kapan mulainya? Saya mempertaruhkan uang saya di dapur itu,” kata Ika.
Hal serupa juga terjadi di Kota Batu. Berdasarkan data terbaru, terdapat empat SPPG baru yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK), tetapi belum dapat menjalankan layanan MBG. Sementara saat ini, sebanyak 25 SPPG di Kota Batu yang aktif menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah.
Editor: Intan Refa





