Berita

3.480 Pencari Kerja Padati Job Fair 2026 di Malang, 1.697 Lowongan Tersedia

Ribuan pencari kerja memadati GOR Ken Arok, Kota Malang. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Ribuan pencari kerja memadati GOR Ken Arok, Kota Malang, pada pembukaan Job Fair 2026. Hingga sebelum pembukaan, sebanyak 3.480 pencari kerja telah mendaftar untuk memburu peluang kerja yang ditawarkan 50 perusahaan.

Pemerintah Kota Malang mencatat terdapat 1.697 lowongan yang tersedia dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16-17 September 2026. Jumlah pencari kerja diperkirakan masih bertambah hingga pendaftaran ditutup.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan pemerintah tidak cukup hanya menyediakan lowongan pekerjaan. Kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Menurut Wahyu, pencari kerja kerap memilih pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau kompetensinya. Di sisi lain, tidak semua lowongan yang tersedia sesuai dengan preferensi tersebut.

“Yang penting adalah mencari lowongan kosong. Saat ini lowongan kerja ada,” kata Wahyu, Rabu(16/9/26).

Ia berharap job fair menjadi ruang pertemuan yang efektif antara pencari kerja dan perusahaan sehingga masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak dan sesuai dengan kompetensinya.

Wahyu juga menilai waktu pelaksanaan job fair tahun ini cukup strategis. Banyak perguruan tinggi baru saja meluluskan mahasiswa sehingga lulusan baru mulai memasuki pasar kerja.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Sugeng Prastowo, mengatakan tingginya jumlah pencari kerja menunjukkan pentingnya peran pemerintah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri.

“Target dari pelaksanaan job fair ini bukan jumlah pencari kerjanya, tetapi lowongan pekerjaan yang didapat,” kata Sugeng.

Sebanyak 50 perusahaan yang ambil bagian dalam job fair tidak hanya berasal dari Kota Malang, tetapi juga sejumlah wilayah di Jawa Timur. Pemerintah telah melakukan penjajakan ke perusahaan sejak satu hingga dua bulan sebelum kegiatan digelar.

Sugeng mengatakan job fair merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran. Menurut dia, upaya tersebut dilakukan melalui dua jalur, yakni membuka lapangan kerja dan menjembatani dunia usaha dengan pencari kerja.

“Ini upaya pemerintah untuk hadir menjembatani pencari kerja yang setiap tahun meningkat,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, pelaksanaan job fair dibagi menjadi dua sesi setiap hari. Skema tersebut diterapkan berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya.

Di lokasi job fair, para pencari kerja terlihat berpindah dari satu stan perusahaan ke stan lainnya. Sebagian menyerahkan CV secara langsung, sementara perusahaan lain menyediakan pendaftaran secara daring melalui pemindaian kode.

Salah satu pencari kerja, Agitya, warga Kota Batu, datang ke Job Fair 2026 setelah memperoleh informasi melalui Instagram dan teman-temannya.

Agitya mengaku tengah mencari pekerjaan setelah kontraknya di Gramedia berakhir sekitar tiga bulan lalu. Dengan pengalaman di sektor ritel, ia kini membidik pekerjaan yang masih berkaitan dengan bidang tersebut.

“Targetnya yang pasti dapat pekerjaan, sama cari pengalaman,” ujarnya.

Menurut Agitya, mencari pekerjaan saat ini bukan perkara mudah. Karena itu, job fair membantunya memperoleh informasi lowongan dari berbagai perusahaan dalam satu lokasi.

Sejauh ini, Agitya baru memasukkan satu CV. Namun, jumlah lamaran masih mungkin bertambah karena beberapa perusahaan menyediakan mekanisme pendaftaran secara daring.

Heri Prasetyo

Jurnalis City Guide 911 FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Malang, mencakup isu pemerintahan, sosial, ekonomi, dan peristiwa terkini di wilayah Malang Raya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x