Budaya dan Pariwisata

Kembangkan 617 Alat Peraga di Mega Science Center, Jatim Park Group Gandeng Tiga Kampus Besar

Kawasan wisata edukasi Mega Science Center dan Budaya di Jatim Park 1, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE, KOTA BATU — Pengembangan kawasan wisata edukasi Mega Science Center dan Budaya di Jatim Park 1, Kota Batu, melibatkan sejumlah perguruan tinggi. Jawa Timur Park (JTP) Group saat ini bekerja sama dengan tiga kampus untuk merancang dan mengembangkan alat peraga edukasi di kawasan tersebut.

Direktur Jatim Park Group Suryo Widodo mengatakan, tiga perguruan tinggi yang terlibat dalam pengembangan tersebut yakni Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Negeri Malang (UM), dan Binus University. Menurutnya, sejumlah perguruan tinggi lain juga berminat untuk terlibat, tetapi keterbatasan area menjadi salah satu pertimbangan.

“Sementara ini kami bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi. Sebenarnya banyak yang mau ikut (bekerja sama) dengan kita, cuma areanya terbatas,” ujar Suryo saat peresmian trial opening Mega Science Center dan Budaya, Rabu (16/9/2026).

Suryo menyebut saat ini terdapat 617 alat peraga edukasi di kawasan tersebut. Jumlah itu masih akan dikembangkan dan ditambah hingga akhir 2026.

Pengembangan alat peraga tersebut diarahkan pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), termasuk robotik dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Suryo mengatakan pengembangan tersebut diselaraskan dengan kurikulum pendidikan daerah.


Salah satu area yang dikembangkan adalah Zona Robotik dan AI. Di area tersebut terdapat sejumlah wahana interaktif, antara lain Brain Race Car, interaksi dengan robot anjing GO2, serta robot humanoid G1.

“Sesuai arahan Ibu Gubernur, kami memfokuskan pada inovasi STEM dan robot. AI ini adalah masa depan, untuk menghadapi itu anak-anak harus terbiasa dengan robotik sejak dini,” pungkasnya.

Dengan pengembangan tersebut, Mega Science Center dan Budaya menjadi salah satu kawasan yang dikembangkan JTP Group dengan melibatkan perguruan tinggi dalam penyusunan alat peraga edukasi. Namun, sejauh mana seluruh alat peraga tersebut terintegrasi dengan kurikulum pendidikan daerah masih menjadi bagian yang perlu diperjelas dalam pengembangan berikutnya.

Asrur Rodzi

Jurnalis City Guide FM yang berfokus pada liputan berita seputar Kota Batu, mencakup isu pemerintahan, pariwisata, peristiwa, dan perkembangan terkini di wilayah Kota Batu dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x