1.000 Sapi di Kota Malang Divaksin, Buntut 2 Kasus PMK Muncul

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Januari kemarin, ada dua sapi di Kecamatan Lowokwaru yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang langsung melakukan vaksinasi PMK pada Selasa (3/2/2026).
Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi mengatakan telah menyiapkan 1.000 dosis vaksin untuk melindungi populasi sekitar 2.500 ekor sapi di wilayah Kota Malang. Sedangkan, kedua sapi yang terinfeksi sebelumnya telah dinyatakan sembuh.
“Di bulan Januari ada dua kasus PMK dan alhamdulillah sudah tertangani serta sembuh. Untuk pencegahan, mulai kemarin kita melaksanakan vaksinasi sebanyak 1.000 dosis. Setelah ini habis, kami akan mengajukan kembali ke Dinas Peternakan Provinsi untuk tahap kedua,” ujar Slamet.
Peternakan di Kecamatan Kedungkandang, Lowokwaru dan Sukun mendapat prioritas vaksinasi tahap pertama. Selain penyuntikan vaksin, petugas juga memberikan vitamin serta melakukan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang sapi.
Menurut Slamet, saat terdeteksi adanya sapi yang terjangkit PMK, petugas akan langsung memberikan penanganan langsung di kandang. Gejala yang muncul berupa luka di bagian mulut dan kuku kaki sapi dan lendir berlebihan serta pincang.
“Untuk penyekatan belum kita lakukan, tapi kita koordinasi dengan provinsi. Jika ada lalu lintas hewan, wajib menyertakan SKKH atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan,” tambah Slamet.
Ia juga mengimbau para peternak agar segera melapor jika menemukan sapi dengan ciri-ciri PMK. Sementara itu, salah satu peternak sapi di RW 06 Kelurahan Lesanpuro Paito bercerita bahwa di lingkungannya saat ini cukup banyak yang beternak sapi. S
Saat dulu PMK masih mewabah, Paito mengaku sapi ternaknya menolak makan, lumpuh dan sulit sekali menyembuhkannya. Kalaupun nekat menjualnya, harganya pasti anjlok.
“Dulu yang belum divaksin banyak yang kena. Punya saya satu sampai mati. Sekarang alhamdulillah tidak ada, ini kan untuk pencegahan,” katanya.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




