Budaya dan Pariwisata

Tren Anak Muda Sekarang, Irit Belanja Harian Tapi Royal Lifestyle Kekinian

ilustrasi anak muda menghabiskan waktu nongkrong di kafe. (magnific.com/magnific)
ilustrasi anak muda menghabiskan waktu nongkrong di kafe. (magnific.com/magnific)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Ada fenomena menarik pada studi yang dilakukan oleh Indopol Survey and Consulting berkolaborasi dengan Laboratorium Politik dan Tata Pemerintahan (LPTP) Universitas Brawijaya. Terungkap tren anak muda saat ini yang sangat irit dalam mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan harian.

Jajak pendapat terhadap 600 responden berusia muda (17-43 tahun) menunjukkan 65 persen dari mereka mengeluarkan biaya Rp15 ribu-Rp50 ribu untuk kebutuhan harian. Tren ini menunjukkan daya beli anak muda yang tergolong ekonomis dan menengah dengan preferensi tempat makan yang ramah di kantong.

“Kebiasaan sarapan pagi juga belum menjadi rutinitias konsisten. Sebanyak 65 persen responden mengaku jarang atau tidak pernah sarapan. Sementara kelompok perantau mencatat tingkat melewatkan sarapan yang lebih tinggi yaitu 75 persen dari pada warga lokal,” kata Direktur Eksekutif Indopol Survey and Consulting Ratno Sulistyanto.

Baca juga:

83 Persen Generasi Muda Bangga dengan Budaya Malangan

Kondisi sebaliknya justru terjadi pada konsumsi kuliner kekinian seperti kafe, dessert atau pun minuman yang lagi ‘ngetren’. Sedikitnya, 86,5 persen responden mengonsumsi kuliner kekinian itu setidaknya sekali dalam satu bulan terakhir. Fakta mencengangkan lain menunjukkan 84 persen responden mengaku terbiasa nongkrong di kafe, restoran atau ruang publik lain minimal satu kali seminggu.

Menariknya, kebiasaan tersebut justru lebih intens pada warga perantau yaitu 94,6 persen dari pada warga lokal. Ratno melihat fenomena ini menjadi tanda bahwa ruang publik menjadi sarana sosialisasi utama bagi para pendatang. Dalam memilih tempat makan atau nongkrong, 33,8 persen responden memprioritaskan tempat yang estetik, instagrammable dan harga yang terjangkau.

Baca juga:

Kepala OJK Malang: Gaya Hidup Konsumtif Rentan Kena Penipuan

Gaya hidup anak muda saat ini juga ditunjang dengan kemudahan akses pembayaran digital. Sebanyak 86 persen responden lebih menyukai pembayaran cashless dengan QRIS yang menjadi metode pembayaran favorit sebanyak 43,8 persen. Sedangkan 20 persen responden lebih sering melakukan pembayaran kombinasi tunai digital, 14 persen lewat e-wallet, 13 persen tunai murni dan 8 persen menggunakan kartu kredit atau debit.

Ratno juga melihat perilaku belanja online, 85,6 persen responden berbelanja melalui e-commerce atau lokapasar setidaknya sebulan sekali. Intensitasnya terlihat lebih tinggi pada 93 persen responden perantau. Termasuk 21 persen di antaranya berbelanja lebih dari 4 kali dalam sebulan. Platform Shopee masih menjadi tempat belanja favorit (48 persen) di samping TikTok Shop (32 persen).

“Gaya hidup konsumsi mereka sudah sepenuhnya digital dan cashless. Data ini penting bagi pelaku UMKM, pengelola destinasi budaya dan Pemkot Malang,” pungkasnya.

Intan Refa

Editor City Guide 911 FM dengan pengalaman mengelola konten berita seputar Malang Raya. Bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, dan kualitas pemberitaan di cityguide911fm.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Visual Radio

x