Puncak Lentera Fest 2026, Kepala BI Malang: Literasi Kunci Peradaban

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pada puncak Lentera Fest sebagai bagian dari Pekan Literasi Kota Malang 2026, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang Indra Kuspriyadi mengatakan literasi merupakan kunci penting membangun peradaban dan perekonomian. Bahkan sejak dahulu, manusia menggunakan informasi untuk bertahan hidup.
Seiring berjalannya waktu, cara mendapatkan informasi terus mengalami perubahan. Mulai dari penyampaian lisan atau turun temurun, lalu tulisan dan digital di era modern.
“Karena buat kami, literasi ini menjadi pembeda antar generasi. Menjadi pembeda bagaimana kita nanti melanjutkan kehidupan-kehidupan berikutnya,” kata Indra.
Sebagai salah satu bentuk pelestarian literasi dan tradisi yang menjadi ciri khas Kota Malang, BI Malang menginisiasi membuat buku Kuliner Malang. Lewat buku ini, pihaknya ingin menunjukkan perjalanan, jejak peradaban dan ekonomi. Tidak hanya itu, ia juga mengundang Penulis Novel Dee Lestari dan Jurnalis Independen Andini Efendi untuk menggugah literasi lewat bedah buku Aroma Karsa.
Baca juga:
Pagelaran Seni “Kenduri Lawasan” Tutup Event QRISMA Fest Vol 1
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah (Dispussipda) Kota Malang Yayuk Hermiati menambahkan perpustakaan saat ini bukan lagi sekadar tempat meminjam buku. Tetapi telah bertransformasi menjadi tempat belajar, berdialog, berkreasi dan melahirkan gagasan baru yang menginspirasi.
“Melalui kegiatan talkshow dan bedah buku ini kita diajak untuk melihat bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan memahami tulisan. Tetapi juga kemampuan menggali makna, membangun daya kritis, mengembangkan imajinasi serta menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi kehidupan,” kata Yayuk.
Buku Aroma Karsa karya Dee Lestari menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah karya sastra menghadirkan perpaduan antara imajinasi, riset, kekayaan indra, budaya dan pengalaman manusia. Ada proses kreatif yang membutuhkan ketekunan, rasa ingin tahu, eksplorasi dan kesungguhan dalam mengolah gagasan menjadi sebuah karya yang bermakna.
“Oleh karena itu, kehadiran Dee Lestari pada hari ini menjadi kesempatan yang istimewa bagi kita semua. Khususnya para pembaca dan pegiat literasi untuk memperoleh inspirasi secara langsung mengenai proses kreatif dan riset dalam penulisan. Bersama kegiatan ini kita berharap diskusi ini nantinya dapat memperkaya perspektif serta menumbuhkan apresiasi yang mendalam terhadap karya sastra Indonesia,” harapnya.





