Pemerintahan

Pedagang Pasar Kebalen Enggan Masuk, Takut Omzet Turun

Pasar Kebalen tampak dari depan. (Foto: Heri Prasetyo)
Pasar Kebalen tampak dari depan. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pekerjaan rumah untuk menata Pasar Kebalen masih panjang. Usai menertibkan Jalan Zainal Zakse dari kegiatan jual beli di jalanan, para pedagang masih enggan masuk ke dalam area pasar. Kepala Pasar Kebalen Kota Malang Sugianto mengungkapkan alasannya.

“Kurang lebih ada 25 pedagang yang punya tempat di dalam tapi jualan di luar. Mereka enggan masuk karena di dalam sepi, kalah ramai dengan yang di luar,” kata Sugianto.

Hal ini karena keterbatasan ruang di dalam pasar. Banyak los yang sudah berpemilik, tetapi tidak terpakai karena minim pembeli. Kondisi ini juga diperkuat dengan pantauan Reporter City Guide FM di lokasi.

Dari total 311 lapak yang tersedia, sebagian besar tampak terbengkalai. Ini terlihat dari pintu-pintu kios yang tertutup rapat dan warna bangunan yang mulai memudar.

Lantai dua pasar bahkan nyaris tak berpenghuni tanpa satu pun aktivitas perdagangan. Sementara di lantai bawah hanya tersisa belasan pedagang yang tetap bertahan. Sementara area parkirnya malah penuh dengan lapak-lapak pedagang, bukannya kendaraan pembeli.

Selasar hingga sisi jalan berubah menjadi pusat transaksi baru. Membaur dengan pedagang kaki lima (PKL) yang lebih ramai pembeli daripada area dalam pasar.

Lambat laun, aktivitas perdagangan di sana memicu protes pengendara yang terganggu perjalanannya. Sehingga beberapa waktu lalu, pemerintah melakukan penertiban dan memberikan pembatasan waktu berdagang di luar area pasar, mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

“Kalau hanya menertibkan tanpa menyiapkan tempat baru, sulit. Pedagang mau dipindahkan ke mana? Harus ada lahan dulu sebelum dibersihkan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Kata Sugianto, jika memaksa seluruh pedagang luar itu untuk masuk ke dalam, kapasitas pasar tak akan mencukupi. Apalagi muncul penolakan pedagang yang tidak setuju masuk ke dalam pasar. Mereka khawatir berjualan di dalam pasar malah justru membuat omzet anjlok karena minim pembeli.

Memang dilematis. Di satu sisi, pemerintah ingin menata kawasan agar terbebas dari kesemrawutan PKL. Sedangkan di sisi lain, relokasi pedagang ke dalam pasar tampaknya sulit tanpa ada solusi konkret.

Namun, di tengah persoalan itu, para pedagang punya alasan sendiri mengapa memilih berjualan di luar pasar. Ita, salah satunya. Pedagang sembako yang telah puluhan tahun berjualan di Pasar Kebalen itu mengaku lapak di dalam pasar terlalu sempit dan tidak menjanjikan keuntungan.

“Kalau di dalam tempatnya kecil dan sepi. Di luar lebih ramai orang lewat, pembeli lebih gampang,” ujarnya.

Menurut Ita, ritme perdagangan di Pasar Kebalen sebenarnya hidup pada malam hingga dini hari.

“Jam enam atau tujuh pagi biasanya sudah sepi,” katanya.

Solusi dari persoalan ini, menunggu kebijakan pemerintah supaya pasar dapat kembali pada fungsinya sebagai aktivitas perdagangan. Bukan di tepi jalan.

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Visual Radio

x